Selingkuh Dan Menikah Diam-diam

Pernikahan & Keluarga, 6 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum ,

saya ibu dari 2 anak , sudah menikah 18 th, bbrp bulan ini saya baru mengetahui bahwa suami saya punya istri lagi yg dinikahinya diam2 secara siri sudah selama 16 th, alasannya krn waktu itu ia ingin punya anak sementara saya waktu itu sudah 2 th menikah belm punya anak , jd wanita itu hamil duluan dan dinikahinya. selama 16 th mereka diam2 bahkan menambah anak lagi 3 thn terakhir.  Saya sudah curiga sudah lama tapi tidak bisa membuktikannya karena suami pintar sekali berbohong. saat ketahuan dia berjanji akan menceraikannya, tp saat ini suami berbohong lagi mengatakan sudah cerai tapi saat saya konfirmasi ke istri simpanannya ternyata belum , dan masih suka menginap ke rumah sana dengan alasan anak. bukankah kalo sudah cerai tidak boleh menginap lagi karena bukan muhrim nya ? Bagaimana baiknya ya pak ustadz, karena kalo mengingat masa lalu sakit sekali rasanya, selama hamil saya di tinggal dan dia byk menghabiskan waktu dg simpanannya , dia  sering menghina saya dan berkata2 kasar didepan anak2, sama anak2 saya jg kurang dekat, tp sekarang dia bilang dia memilih saya , apakah karena takut akan diceraikan ? krn jika saya menuntut dia bisa kehilangan pekerjaan dan malu dengan keluarganya . terima kasih 



-- Vinara (Jakarta)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi sekaligus menasehati kalian berdua dan lebih khusus kepada suami yang selama ini sering berbohong dan abai terhadap perannya sebagai seorang suami, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda secara khusus untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Ketika upaya optimal telah anda lakukan, tetapi suami tetap dengan sikapnya sebagaimana yang anda sampaikan, dan anda sebagai istri sudah tidak lagi nyaman dengan kondisi rumah tangga anda, maka cerai barangkali bisa menjadi alternatif yang bisa anda tempuh dan itu insyaaAllah syar'i

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA