Apakah Tato Membatalkan Sholat?

Sholat, 26 Februari 2008

Pertanyaan:

Ass.wr.wb.
Pertanyaan saya:
1. Apa hukumnya sholat seseorang yang di tubuhnya ada tato. Sah atau tidak sholatnya ?
2. Bagaimana jika saya menjadi makmumnya, sahkah sholat saya ?
3. Boleh atau tidak perempuan yang sedang haid berada didalam masjid/musholla ?
Wassalam.wr.wb.

-- Ryvie (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wr wb.

Bertato yang dalam bahasa arab disebut al wasym ( الوشم ) adalah perbuatan yang hukumnya haram dalam agama Islam, berdasarkan beberapa hadits shahih, yang diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abdullah ibnu Mas'ud ra : " لعن الله الواشمات و المستوشمات " yang artinya " Allah melaknat wanita-wanita yang menato dan meminta untuk ditato ".

Adapun perihal shalatnya seorang yang bertato, insya Allah akan tetap sah, apabila tato yang ditubuhnya tidak menghalangi sampainya air kekulitnya pada saat ia bersuci ( wudhu atau mandi ), hal itu karena tato bukanlah salah satu pembatal shalat. Akan tetapi apabila tato tersebut bisa menghalangi sampainya air ke kulit tubuhnya saat bersuci, maka akan menyebabkan bersucinya ( wudhu atau mandinya ) tidak sah, yang karenanya shalatnyapun menjadi tidak sah, karena bersuci adalah salah satu syarat sahnya shalat

Dan karenanya hukum bermakmum dibelakang seorang yang bertato, akan tergantung pada kondisi tatonya tersebut , jika ia tidak menghalangi sampainya air kekulit tubuhnya pada saat bersuci, maka shalatnya insya Allah sah, sehingga shalat yang bermakmum dibelakangnya juga sah karenya. Dan jika tatonya bisa menghalangi sampainya air kekulit tubuhnya, maka shalatnya tidak sah, demikian juga yang shalat dibelakangnya akan menjadi tidak sah ( dan ini tentunya jika makmum tersebut mengetahui bahwa imamnya bertato, akan tetapi jika ia tidak mengetahuinya, insya Allah shalatnya sah )

Dan untuk itu, bagi seorang muslim/muslimah yang bertato, hendaknya berupaya untuk menghilangkan tatonya, dan seyogyanya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Jika tatonya bisa dihilangkan tanpa ada resiko terhadap dirinya, maka hendaknya segera dihilangkan, akan tetapi bila secara medis akan membahayakan dirinya bila tato tersebut dihilangkan, maka hendaknya tidak harus menghilangkan tatonya namun ia harus segera bertobat kepada Allah dengan benar

Perihal wanita yang sedang haidh berada di masjid. ٍSesungguhnya ada beberapa hadits yang shahih yang secara ekplisit melarang wanita yang sedang haid untuk tinggal di masjid, diantaranya hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim, dimana Rasulullah saw bersabda diakhir hadits ( pada saat menganjurkan semua wanita keluar ruimah untuk menyaksikan shalat 'ied ) " و فيه يعتزل الحيض المصلى " yang artinya " ... dan dihari tersebut hendaknya wanita-wanita yang haidh menjahui mushalla ". Dan hadits lain riwayat Imam Abu Daud, bahwa Rasulullahsaw bersabda : فانى لا أحل المسجد لحائض و لا جنب " " yang artinya : " Karena sesungguhnya saya tidak menghalalkan masjid bagi seorang yang haidh dan junub "

Itulah beberapa hadits shahih yang melandasi haramnya seorang wanita yang sedang haid untuk tinggal dimasjid, kecuali hanya sekedar lewat untuk keperluan tertentu, berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nisa' ayat 43

Wallahu a'lam bisshowab, wassalamu 'alaikum wr wb



-- Agung Cahyadi, MA