Anak Zina & Wali Hakim

Pernikahan & Keluarga, 23 April 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. Pak Ustadz yang dirahmati Allah. Saya mau bertanya tentang seorang anak perempuan hasil perzinahan, yang kemudian anak tersebut dipelihara oleh orang lain (sbg anak angkat). Ketika akan menikah, tentunya dia akan berwali dengan menggunakan wali hakim.
Yang mau saya tanyakan Ustadz, bolehkah ketika ijab qobul pada saat pernikahan tersebut nasab (binti) dari mempelai wanita tidak disebutkan untuk menjaga nama baik dari mempelai wanita tsb (krn anak hasil zina bernasab pada ibunya - nama ibunya diketahui -)? Kemudian bolehkah wali hakim melimpahkan hak perwaliannya (untuk menikahkan) kepada ayah angkat atau saudara angkat anak perempuan hasil zina tersebut? Syukron Ustadz. Wassalamualaikum wr. wb.

-- Salman H (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Seorang wanita yang lahir bukan dari pernikahan yang sah, maka nasabnya adalah kepada ibunya ( binti  Fulanah / nama ibunya ), dan walinya dalam pernikahan adalah wali hakim, dan wali hakim tersebut boleh saja mewakilkan perwaliannya  kepada seorang muslim yang telah memenuhi syarat, termasuk kepada saudara angkat dari wanita tersebut.

Dan dalam proses akad tersebut boleh saja tanpa menyebutkan nasabnya (binti siapanya), dengan catatan "bukan dengan niat untuk menipu" (dalam arti calon suami sudah mengetahui bahwa wanita calon istrinya tersebut adalah  lahir bukan dari pernikahan yang sah).

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

 



-- Agung Cahyadi, MA