Sholat Yang Dijamak Dan Qashar

Sholat, 15 Mei 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum. Ustadz, saya pernah pergi ke daerah yang insyaallah sudah bisa dijadikan landasan untuk menjamak dan meng-qashar shalat. Pertanyaan saya: apakah boleh shalat dijamak dan diqashar padahal kita sudah sampai di tempat tujuan? Misal, saya sampai pada tempat tujuan pukul 5.30 sore, kemudian shalat maghrib dan isya' saya jamak qashar pada waktu maghrib. Jujur saya berpikir, kenapa shalatnya harus dijamak qashar kalau kita mabit di tempat tersebut? Terimakasih, wasalamualaikum.

-- Rofiqotul Izzah Nur Ilmiyah (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Menjama' dan mengqashar shalat adalah salah satu rukhshah (keringanan) yang Allah berikan kepada seorang musafir (sedang safar), baik dalam perjalanannya atau di tempat safarnya.

Dan untuk itu, Anda pun tetap diperbolehkan untuk menjama' dan mengqashar shalat-shalat anda di perjalanan dan ketika sampai di tempat tujuan, karena Rasulullah saw juga tetap mengqashar dan menjama' shalatnya ketika safar (pada saat Fathu Makkah misalnya, beliau mengqashar dan menjama' di Makkah atau pada saat beliau berhaji, beliau mengqashar di Mina dan menjama' serta mengqashar di masjid Namiroh dekat Arafah).

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaikum wr. wb.



-- Agung Cahyadi, MA