Investasi

Fiqih Muamalah, 15 Mei 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.
Saya mau menanyakan tentang bagaimana hukumnya investasi dengan keuntungan tetap setiap bulannya. Contoh : Misalnya saya berinvestasi kepada orang yang menawarkan investasi di bidang usaha penjualan bakso, katakan minimal investasi 5 juta dengan jangka waktu investasi selama 2 tahun dan setiap bulannya diberikan keuntungan 3%.
Apakah dalam Islam diperbolehkan investasi dengan cara/model seperti itu?
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih. Wassalam.



-- Eko Yudhi (Bandung Barat)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb

Investasi dalam arti menanamkan sejumlah dana pada sektor tertentu dengan tujuan untuk mencari keuntungan, dalam Islam termasuk dalam kategori Fiqh Mu'amalah yang asal hukumnya halal selama  tidak ada dalil yang mengharamkannya. Adapun hal-hal yang karenanya akan menyebabkan investasi tersebut menjadi haram ialah apabila ada unsur-unsur sebagai berikut : 1. Penipuan, 2. Pendholiman, 3. Ketidakpastian, 4. Judi, 5. Riba, 6. Produknya haram.

Dan oleh karena pada contoh yang Anda sebutkan itu ada unsur RIBA-nya, maka investasi sebagaimana yang Anda maksudkan adalah terlarang dan haram.

Unsur RIBA tersebut ada pada keuntungan 3% yang akan Anda terima secara tetap setiap bulan dengan mengabaikan "apakah usaha penjualan bakso tersebut untung atau rugi ?!" Dan sesungguhnya keuntungan 3% tersebut pada hakikatnya sama dengan bunga yang diberikan oleh bank-bank konvensional kepada orang yang menyimpan deposito pada bank-bank tersebut, yang mana hal tersebut telah disepakati oleh para ulama sebagai riba yang diharamkan.

Investasi anda tersebut akan bisa menjadi investasi yang halal hukumnya, apabila diubah bentuk akadnya menjadi MUDHARABAH,  yaitu dengan membuat kesepakatan BAGI HASIL dengan pengusaha bakso tersebut. Yaitu bagi hasil keuntungan dari usaha jual beli bakso sesuai kesepakatan bersama (misalnya Anda sepakat akan mendapatkan 50% dari keuntungan jual beli bakso tersebut dan pengusahanya juga sepakat akan mendapatkan keuntungan yang sama, atau Anda 40% dan pengusahanya 60%, atau kesepakatan dengan angka yang lain).

Demikian,  semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaikum wr. wb.

 

 

 



-- Agung Cahyadi, MA