Akad Mudharabah

Fiqih Muamalah, 22 Mei 2009

Pertanyaan:

Saya melakukan muamalah dengan akad mudharabah dengan seorang teman. Pemilik modal adalah saya dan teman itu adalah pelaksana usaha. Namun sebernarnya dana yang saya investasikan itu bukan milik saya, melainkan milik saudara yang diamanahkan kepada saya untuk digunakan untuk usaha halal apapun yang bisa menghasilkan dan dengan kesepakatan bagi hasil dari hasil usaha tsb. Posisi saya selain sebagai penjamin dana, juga bertugas mencari usaha apa yang akan saya pilih untuk tempat berinvestasi. Bagaimana pandangan Islam dengan muamalah yang saya lakukan? Sebenarnya termasuk dalam kategori muamalah apakah yang saya lakukan? Syukran.

-- Anie (Makassar)

Jawaban:

Waa'alaikumussalam wr. wb.

Apa yang telah Anda lakukan tersebut termasuk akad mudharabah, yang menurut pendapat para ulama (Hanafiyah dan Malikiyah) tidak diperbolehkan, kecuali atas pengetahuan dan izin saudara yang mengamanahkan dana kepada Anda tersebut.

Hal tersebut disebabkan, karena saudara Anda mengamanahkan dana tersebut kepada anda agar anda putar dalam usaha halal dan bukan kepada teman anda yang bisa jadi saudara anda tidak mengenalnya atau mungkin apabila mengenalnya tidak akan menyetujuinya.

Dan kalau sudah terjadi (dalam arti Anda sudah berikan dana tersebut kepada teman anda untuk diputar, sementara saudara Anda / pemilik dana tersebut tidak menyetujuinya, maka apabila terjadi kerugian, Anda yang bertanggung jawab, dan apabila ada keuntungan, maka ia menjadi milik teman anda yang memutar dana tersebut dan saudara anda sebagai pemilik modal (dengan prosentase sesuai dengan kesepakatan yang telah anda jalin dengan teman anda).

Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaikum wr. wb.

 



-- Agung Cahyadi, MA