Mendukung Kemaksiatan

Lain-lain, 6 Januari 2026

Pertanyaan:

ustadz jika ada seseorang yg disakiti oleh orang lain lalu ia tidak membalas dan tidak menjawab namun ada perasaan ingin untuk membalas orang tsb ( membalas ini dlm arti jika ia berbicara seperti itu orang ini akan menjawab perkataannya ), suatu hari ia memiliki angan² menjawab perkataan seseorang yg telah menyakiti nya, di angan² tsb ia membayangkan jika ada keluarganya yg membalas perkataan menyakitkan itu dan dia mengatakn dalam angan² tsb bahwa ia "mendukung perbuatan keluarganya itu" karena merasa puas bisa membalasnya setelah lama hanya diam. lalu orang ini tersenyum dan langsung menghentikan angan² tsb,  hal itu karena merasa sepertinya hal itu tidak baik. angan² ini sering muncul dan ia selalu mengikuti angan² tsb karna seperti bisa membalas orang itu meskipun hanya angan². apakah tidakan senyum tsb dosa dan haram ? jika ya apakah itu termasuk mengahalalkan yg haram ? 



-- Ill (Sby)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Kita semua sepakat bahwa perbuatan baik yang dilakukan akan berbuah pahala, dan perbuatan buruk yang dilakukan akan menimbulkan dosa. Sebelum suatu perbuatan terwujud, pasti diawali dengan niat. Dalam hal ini, niat yang baik meskipun belum dilakukan tetap dicatat sebagai satu pahala, sedangkan niat buruk yang belum diwujudkan tidak dicatat sebagai dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، قَالَ: «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْـحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهُ اللّـهُ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا؛ كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا، كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً».

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan lalu menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun tidak jadi melakukannya, Allah menulisnya sebagai satu kebaikan sempurna. Jika ia berniat lalu melakukannya, Allah menulisnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan lebih. Barangsiapa berniat melakukan keburukan namun tidak jadi melakukannya, Allah menulisnya sebagai satu kebaikan sempurna. Dan jika ia berniat lalu melakukannya, Allah menuliskannya sebagai satu keburukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena Anda belum melakukan perbuatan buruk, hanya membayangkan atau terlintas pikiran buruk tanpa diwujudkan dalam tindakan nyata, maka tidak ada dosa atas diri Anda.

Meski demikian, sebaiknya pikiran atau khayalan buruk itu segera dihentikan agar tidak berkembang dan tidak menyeret Anda pada tindakan nyata yang berdampak dosa.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc