Pertanyaan:
Saya punya kebiasaan menghitung berapa lama saya sholat (jadi sebelum mulai saya melihat jam, dan setelah selesai saya melihat jam lagi). Saat itu saya sholat Asar, dan sebelum serta setelah selesai saya melihat jam. Waktu itu saya ragu apakah sholat saya 3 atau 4 rakaat (tapi saya yakin sudah 4 rakaat). Tapi, jika melihat waktunya, saya sholat sedikit lebih cepat dari biasanya. Saya mencoba untuk yakin bahwa sholat saya sudah benar, namun setelahnya saya menjadi ragu dan kepikiran. Apa yang sebaiknya saya lakukan?
--
Lify (Yogyakarta )
Jawaban:
Assalaamu 'alaikum wrwb.
1. Dalam Islam, prinsip dasar dalam situasi seperti ini adalah bahwa keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keraguan (القاعدة الفقهية: اليقين لا يزول بالشك).
- Anda menyatakan bahwa anda "yakin sudah 4 rakaat" meskipun ada keraguan sekilas. Keyakinan awal ini adalah yanga anda pegang teguh.
- Perasaan ragu yang muncul setelah anda selesai shalat dan telah beranjak dari posisi sholat (terutama jika keraguan itu hanya berupa bisikan atau pikiran yang mengganggu) umumnya dianggap sebagai was-was (bisikan setan) dan harus diabaikan sepenuhnya.
Fokuslah pada keyakinan kuat anda bahwa sholat telah selesai dengan benar 4 rakaat, terlepas dari perhitungan waktu yang sedikit lebih cepat.
2. Anda tidak perlu mengulangi shalat Ashar anda. Mengulangi shalat hanya akan memperkuat keraguan dan was-was di masa depan. Shalat anda sah berdasarkan keyakinan awal anda.
3. Perbedaan waktu saolat yang sedikit lebih cepat dari biasanya adalah hal yang wajar. Kecepatan sholat bisa bervariasi tergantung pada:
- Panjang bacaan surat pendek setelah Al-Fatihah.
- Durasi tuma'ninah (keadaan tenang sejenak) di setiap gerakan.
- Fokus Anda pada hari itu.
4. Secara umum, jika keraguan muncul setelah selesai sholat dan sudah berlalu beberapa waktu atau Anda sudah berpindah tempat, sujud sahwi tidak diperlukan.
Sujud sahwi (dua sujud tambahan di akhir shalat untuk menebus kesalahan karena lupa) disyariatkan jika keraguan muncul saat sedang sholat atau segera setelah salam sebelum jeda waktu lama.
Dalam kasus Anda, karena keraguan datang belakangan dan anda sudah yakin 4 rakaat, sujud sahwi tidak perlu dilakukan.
5. Kebiasaan menghitung waktu shalat (sebelum dan sesudah) tampaknya menjadi pemicu utama keraguan anda. Agar lebih fokus dan khusyuk dalam shalat, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Shalat adalah ibadah, bukan lomba ketepatan waktu.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'laikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA