Pertanyaan:
Assalamualaikum izin bertanya, saya telah melakukan suatu kesalahan yang bisa saja tergolong dosa kepada orang lain, kesalahannya tidak terkait dengan harta. Saya sungguh merasa bersalah dan sudah bertaubat namun jika saya meminta maaf secara langsung saya takut akan menimbulkan mudharat yang lebih besar seperti saya malah tidak dimaafkan. Bagaimanakah cara saya bertaubat??
--
Nana (Surabaya)
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Terlepas dari apakah anda bisa meminta maaf langsung atau tidak, langkah pertama adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah atas dosa tersebut. Syarat taubat nasuha meliputi: Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan, Berhenti dari perbuatan dosa tersebut saat ini juga, Berjanji dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan, Memohon ampunan kepada Allah dengan tulus.
Kesalahan yang berkaitan dengan hak orang lain (seperti ghibah, fitnah, menyinggung perasaan) memerlukan penyelesaian dengan orang tersebut. Namun, dalam kasus anda, di mana anda khawatir permintaan maaf langsung akan menimbulkan mudharat yang lebih besar:
Jika anda yakin bahwa meminta maaf secara langsung akan memperburuk keadaan (misalnya, membuka kembali luka lama, menimbulkan fitnah baru, atau menyebabkan permusuhan yang lebih besar), maka ulama membolehkan untuk tidak meminta maaf secara langsung untuk menghindari bahaya yang lebih besar.
Jika anda tidak dapat meminta maaf langsung, perbanyaklah mendoakan kebaikan bagi orang tersebut, memohonkan ampunan baginya, dan bersedekah atas namanya. Hal ini diharapkan dapat menggantikan permintaan maaf langsung dan melembutkan hati orang tersebut.
Jika kesalahan anda berkaitan dengan merusak reputasi atau nama baik seseorang (seperti ghibah atau fitnah), anda wajib berusaha memperbaiki nama baiknya di hadapan orang-orang di mana anda menyebarkan keburukan tersebut, dengan cara yang bijaksana dan tanpa menimbulkan mudharat baru.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA