Hukum Membersihkan Najis

Thaharah, 25 Mei 2026

Pertanyaan:

Assalamualaikum.. terima kasih ustad setiap pertanyaan yg saya ajukan.

Ingin bertanya lgi..kan saya sudah mengamalkan Mazhab Maliki dari segia semua najis, baik najis anjing smpai najis hukmiyah,serta,wudhu, sholat dan mandi junub..

Ada pertanyaan lagi.

Apakah dalam mazhab Maliki mensucikan najis itu hukumnya Sunnah atau wajib.krrna ad sebagian Mazhab Maliki yg menyatakan,mensucikan najis itu hukumnya sunnah.jadi ketika kita sholat ada najis di bagian badan, baju atau tempat.sholatnya tetap sah..

Maaf ustad saya mengamalkan Mazhab Maliki demi keringanan was was saya..

Apakah Sunnah atau wajib mensucikan najis dalm mazhab Maliki.

Kerena ilmu fiqih ini saya tau luas.dan dalam lingkungan saya semua org TDK perduli dgn najis,ad kotoran dan kencing anak kecil d lantai cuman di lap kain.tnpa d sucikan dgn air.susah,berat tnggal d lingkungan org2 TDK perduli dgn najis.walaupun saya sdh mngalmakn Mazhab Maliki 

Jazakumullahu Khairan ustadz ? 



-- Akin (Tilamuta )

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb,

Dalam Mazhab Maliki, hukum mensucikan atau menghilangkan najis (seperti membersihkan kencing anak kecil di lantai) adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan), bukan wajib tetapi mendekati hukum wajib. 
Jika seseorang shalat dalam keadaan terdapat najis pada badan, pakaian, atau tempat shalatnya, shalatnya tetap sah, baik dia mengetahui adanya najis tersebut maupun tidak, tetapi kurang sempurna.
 
Berikut adalah rincian kemudahan (rukhshah) dalam Mazhab Maliki yang sangat tepat untuk mengatasi waswas anda di tengah lingkungan yang abai terhadap najis : 
  • Karena hukum membersihkannya adalah sunnah, maka keberadaan najis tidak membatalkan shalat dan tidak pula mewajibkan anda mengulang shalat.
  • Untuk kencing atau kotoran anak kecil yang dibersihkan hanya dengan dilap kain (tanpa diguyur air hingga mengalir), lantai tersebut tetap dihukumi suci dan sah digunakan untuk shalat selama bentuk fisik najisnya (ain najis) sudah hilang. 
  • Dalam Mazhab Maliki, hukum najis (terlebih najis hukmiyah atau najis yang sudah kering) tidak mudah berpindah (tidak menular) jika bersentuhan dalam keadaan sama-sama basah atau lembap. 
Dengan memegang prinsip ini, anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan kesucian lantai atau baju secara berlebihan, karena syariat dalam mazhab ini memberikan kelonggaran yang besar demi kenyamanan ibadah anda.
 
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
 
Wassalaamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA