Hukum Menjamak Shalat

Sholat, 29 Juni 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb.
Saya pernah mendengar dari teman bahwa bagi seseorang yg tidak bermukim di suatu daerah, dibolehkan untuk menjamak sholatnya. Pertanyaan saya ada dua :
1) Benarkah demikian? Adakah ayat Al-Quran / Hadits yg dapat dijadikan rujukan?
2) Apabila seseorang tsb tidak menjamak shalatnya (tetap melakukan shalat sebagaimana biasanya) apakah berdosa?
Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamualaikum wr wb.

-- Ramadhan (Kendari)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Menjamak shalat atau menggabungkan 2 shalat dalam satu waktu (antara shalat dhuhur dan ashar atau antara shalat maghrib dan isya') adalah rukhshah (keringanan/kemudahan) yang Allah berikan kepada ummat Islam yang sedang safar/bepergian.

Ketentuan tersebut berdasarkan hadits-hadits yang shahih, yang diantaranya diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, bahwa Rasulullah saw menjamak shalat dhuhur dan ashar dengan jamak  taqdim (dilakukan di waktu dhuhur) di masjid Namiroh sebelum beliau melaksanakan wuquf di Arofah, dan beliau Rasulullah saw menjamak shalat maghrib dan isya' pada saat bepergian untuk perang Tabuk.

Dan oleh karena menjamak shalat tersebut adalah rukhshah (keringanan), maka kita ummat Islam diperbolehklan untuk mengambilnya atau tidak, dalam arti pada saat kita safar, kita diperbolehkan untuk menjamak shalat  atau tidak menjamaknya.

Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaikum wr wb.

 



-- Agung Cahyadi, MA