Durhakakah Saya Menikah Tanpa Restu Orang Tua?

Pernikahan & Keluarga, 27 Maret 2008

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Ustadz, saya memiliki masalah yg sudah selama 1 tahun ini mengganjal hati saya. Saya memiliki pacar dan kami berniat ke jenjang pernikahan pada tahun ini (sudah 1 tahun kami berhubungan), tapi ada kendala di pihak keluarga saya. Kedua orang tua saya tidak menyetujui rencana pernikahan kami dikarenakan pacar saya berbeda suku dengan saya. Saya suku jawa dan pacar saya jawa-manado, dimana kedua org tua saya berpikiran kalau orang manado itu kasar dan tukang mabuk. Belum lagi, kedua orang tua saya juga terlalu percaya pada "orang pintar". Ada orang pintar yang sangat orang tua saya percayai, mengatakan kalau saya tetap menikah dengan pacar saya, maka hidup saya akan menderita, dan saya akan disakiti. Belum lagi orang tua saya telah menuduh ibu pacar saya memiliki ilmu kebatinan / orang pintar, padahal jelas-jelas itu tidak benar. Dan... kedua orang tua saya suka sekali membaca buku diary saya, yg jelas-jelas saya tidak suka kalau buku diary saya dibaca org lain (waktu itu saya yg teledor menaruh buku diary di laci lemari pakaian saya dan kedua orang tua saya lantas membacanya). Kedua orang tua saya juga suka mengacak-acak kamar saya, demi untuk mencari buku diary saya. Kalau saya marah, kedua orang tua saya jauh lebih marah daripada saya. Apa sebagai seorang manusia dan sebagai seorang anak, saya tidak memiliki hak untuk privacy saya sendiri?

Saya merasa putus asa dengan masalah ini, bahkan sempat terlintas di benak saya, saya tidak ingin menikah, saya tidak ingin memiliki anak. dan yang tidak saya mengerti, saya jadi sangat membenci kalau saya melihat orang yg berpacaran ( bergandengan tangan, nonton bareng), saya benci melihat dan mendengar tentang pernikahan, saya benci kalau melihat dan mendengar ada yg sedang hamil, melahirkan dan memiliki anak, (jahat ya saya?). Saya benci sekali... karena saya berfikir....saya tidak bisa seperti itu dengan kondisi kedua orang tua saya yang seperti ini.

Saya tahu, yg namanya orang tua pasti ingin yg terbaik untuk anaknya, tapi apa harus dengan cara seperti ini? Kejadian ini tidak hanya sekali terjadi di hidup saya, tapi sudah berulang kali saya alami. Setiap saya memiliki pacar, saya selalu bawa ke rumah, dan saya perkenalkan dengan seluruh anggota keluarga saya, akan tetapi kedua orang tua saya selalu tidak setuju. Saat saya memiliki pacar yg tidak seiman, kedua orang tua saya melarang. Ketika saya memiliki pacar yg seiman kedua orang tua saya juga melarang dengan alasan namanya jeleklah, atau berbeda sukulah, dan yang bikin saya tidak mengerti, kedua orang tua saya selalu menanyakan pacar-pacar saya kepada "orang pintar" kepercayaan kedua orang tua saya (seperti ... "apakah cowok ini org baik", atau "apakah nanti anak saya bahagia dgn cowok ini dsb...").

Baru kemarin saya sedikit selisih paham dengan ayah saya, karena kedua orang tua saya tetap TIDAK akan pernah menyetujui rencana pernikahan saya. Bahkan ayah saya bilang, saya harus mencari laki-laki lain, toh teman laki-laki saya juga banyak, katanya. Tapi.... tidak semudah itu buat saya, mengingat usia saya sudah beranjak 26 tahun, bukan lagi waktunya saya untuk main-main. Saya tahu, niat kedua orang tua saya baik, tapi apa harus seperti itu caranya? Kalau saya membantah, pasti kedua orang tua saya akan marah besar dan nanti Mama saya pasti sakit, dan kalau Mama saya sakit, seluruh anggota keluarga pasti menyalahkan saya.

Demi Allah, saya letih dengan kondisi seperti ini. Saya merasa, ini mungkin titik keletihan saya yg teramat sangat, hingga saya putus asa. Dari kecil Ibu saya terlalu memaksakan kehendaknya, sampai hal yg terkecil sekalipun (saya harus memakai pakaian pilihan ibu saya, kalau saya tidak mau, pasti ibu saya marah).
Saya harus bagaimana? Apa saya salah kalau saya memiliki keinginan untuk menikah & memiliki keluarga yg sakinah, mawaddah, warohmah?

Durhakakah saya kalau saya menikah tanpa restu kedua orang tua saya, mengingat kondisi kedua orang tua saya yang seperti ini?
Dengan sangat saya mohon, untuk membantu memecahkan permasalahan saya.

Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terima kasih. Wassalam.

-- Dian Kusumaningsih (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Salah satu maksud dari pernikahan dalam Islam ialah untuk mendapatkan ketentraman dan kedamaian (QS. 30:21); ketentraman antara suami istri dan juga ketentraman keluarga besar keduanya. Apalah artinya seorang suami/istri merasa tentram dengan pasangannya, sementara dia tidak tentram dengan orang tuanya, hanya disebabkan orang tua tidak setuju dengan calon pasangan anaknya.

Untuk itu alangkah indahnya, apabila seorang anak ketika mau memilih calon pasangan hidup, terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan keluarga besarnya terutama dengan orang tua, setelah sebelumnya harus disepakati dahulu kriteria / kualifikasi calon pasangan dalam Islam yaitu yang baik agama dan akhlaqnya.

Khusus permasalah yang sedang Anda hadapi, mungkin ada baiknya sebagai anak, Anda sedikit mengalah dengan mengabaikan calon-calon yang pernah Anda ajukan, dengan meminta masukan dari orang tua untuk mencarikan calon atau anda yang mengajukan calon lain yang memenuhi kriteria baik agama dan akhlaqnya.

Perihal kepercayaan orang tua kepada orang pintar, memang tidak bisa dibenarkan, dan harus diluruskan, tetapi tentunya tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk itu perlu dicarikan cara yang jitu dan bertahap, dan kalaupun anda tidak mampu untuk itu, mungkin bisa minta tolong orang lain yang berpengaruh.

Semoga anda tidak lagi berpikir untuk menikah tanpa restu orang tua, sebab wali sah Anda adalah bapak Anda. Untuk itu seyogyanya beliau Anda libatkan dari awal proses menuju pernikahan Anda. Dan semoga Anda juga tidak pernah putus asa apalagi membenci pernikahan, karena disamping tidak diperbolehkan oleh Islam, tidak menikah itu bertentangan dengan fitrah manusia.

Semoga Allah berkenan memberikan kemudahan dan ridho-Nya.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA