Jatuh Talak Atau Tidak?

Pernikahan & Keluarga, 24 Juni 2010

Pertanyaan:

Assalamualikum wr wb.

Bagaimana hukumnya suami sering mengucapkan kata-kata seperti "Aku pulangkan kamu ke rumah orangtuamu", 'Aku sudah muak denganmu", dan masih banyak lagi yang semacamnya. Mohon penjelasannya. Sebelumnya saya ucapkan terimaksih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.



-- Novi Indriyanti (DKI Jakarta)

Jawaban:

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillah. Washolatu was salamu 'ala Rasulillah wa 'ala alihi wa ashabihi ajma'in.

Salah satu yang bisa merusak dan membatalkan akad nikah adalah thalaq.

Dan dilihat dari lafadz/kalimat yang digunakan dalam thalaq,  ada dua :

1. sharih; dengan kata-kata yang jelas dan pasti, misalnya kata-kata  "thalaq" atau "cerai"

2. kinayah;  dengan kata-kata yang tidak pasti, tetapi berupa sindiran, misalnya "Aku pulangkan kamu ke rumah orang tuamu."

Apabila thalaq itu memakai kata-kata yang sharih/jelas, maka thalaq tersebut sah dan jatuh, meskipun diucapkan oleh suami dengan cara bergurau. Tetapi apabila suami memakai kalimat yang tidak pasti/sindiran, maka hukum jatuh dan tidaknya thalaq akan tergantung pada niat suami, saat ia mengucapkannya.

Untuk itu, apabila seorang suami mengucapkan kepada istrinya "Saya pulangkan kamu ke rumah orang tuamu atau sejenisnya", maka seyogyanya istri meminta konfirmasi kepada suami, tentang niatnya dengan ucapannya tersebut, untuk memastikan kejelasan statusnya (telah jatuh tahalaq atau tidak?!)

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA