Nikah Dalam Keadaan Mengandung

Pernikahan & Keluarga, 24 September 2010

Pertanyaan:

Assalamu alaikum wr. wb.

Bagaimana hukumnya menikah, sementara yang perempuan yang sedang mangandung (>4 bln). Saya pernah dengar tidak boleh, sampai 9 bulan setelah kelahiran, apakah benar? bagaimana menghadapi kondisi ini? Apa hukuman terhadap kedua manusia yang telah bersetubuh diluar pernikahan dan menghasilkan kehamilan?
Mohon penjelasannya. Jazakumullah.

Wassalamualaikum wr. wb.



-- Hendro DT (Tambun, Bekasi.)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Zina adalah perbuatan dosa, bahkan dosa besar (QS.17:32 ). Dan ketentuan hukum Al Qur'an bagi pelaku zina adalah, bahwa  laki-laki yang telah berzina tidak boleh menikah kecuali dengan wanita yang telah dizinainya, demikian pula dengan wanita yang telah berzina tidak boleh dinikahi kecuali oleh laki-laki yang men-zinainya ( QS 24 : 3 ).

Dan apabila laki-laki yang telah berzina menikah dengan wanita yang telah dizinainya, maka hukum pernikahannya insya Allah sah, berdasarkan Al Qur'an surat ke 24 ayat ke3 tersebut diatas ( meskipun wanita tersebut telah hamil akibat perzinaan tersebut ). akan tetapi - menurut mayoritas ulama' - anak yang lahir akibat pernizinaan tersebut bernasab kepada ibunya dan bukan kepada bapaknya ( Fulan/nah bin/binti Fulanah dan bukan bin/binti Fulan ), karena anak tersebut bukan dari hasil hubungan yang sah secara syar'i, sehingga bapaknya hanyalah bapak biologis dan bukan bapak syar'i/sah, yang karenanya apabila anak tersebut berjenis wanita, maka yang jadi walinya adalah wali hakim.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA