Suami Selingkuh

Pernikahan & Keluarga, 6 Oktober 2010

Pertanyaan:

Nama saya Tika. Sekarang saya sedang menjalani sidang perceraian saya. Dulu saya pacaran selama lbh krg 6 thn. Selama itu semua baik2 saja. Hingga akhirnya kami ptuskan menikah. Tapi trnyata 2mggu stlh kami menikah, dia pergi dgn wanita lain.Ternyata wanita itu adalah teman kantornya dan mereka tlh berhubungan sblm kami menikah.

Setelah 2 mggu pernikahan, dia tdk prnh pulang lg,benar-benar lost contact. Dia tdk prnh mau bertemu denganku, pdhl kami tak prnh ad mslh. Bln maret saya tau klo dia sudah menikah siri dan wanita itu sudah hamil. Setelah sekian lama saya tunggu agar dia mau menceraikan saya, trnyta dia gak ada niat pisah dr saya. Akhirnya saya yg berinisiatif untuk menggugat cerai. Keluarganya jg mendukung dia menikah siri dengan wanita itu krn wanita itu menawari sejumlah harta. Saya merasa benar-benar dikhianati. Rasanya dendam di hati takkan prnah bisa surut.

Yang mau saya tanyakan, apakah yang harus saya lakukan agar saya tidak memendam rasa dendam yang malah menyiksaku ini?krn terkadang msh ada keinginan untuk mempermalukan mereka di lingkungan sekitar. Terima kasih.



-- Tika Suryawati (Surabaya)

Jawaban:

Assalamu 'alaikum wrwb.

Saya turut prihatin dengan apa yang anda alami, semoga Allah berkenan memberikan kesabaran dan pahala besar atas kesabaran anda atasmusibah tersebut, karena Allah telah berjanji untuk memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang bersabar ( QS. 2:155 / 39:10 ).  Dan tentunya saya  sangat menyayangkan dan menyesalkan dengan perbuatan suami anda yang sangat tidak terpuji tersebut,semoga Allah berkenan untuk segera memberikannya petunjuk.

Pernikahan dalam Islam dimaksudkan untuk mencari kedamaian ( QS.30 : 21 ), karena hanya dengan terwujudnya suasana damai sajalah, suami istri bisa mengatur rumah tangganya termasuk menddidik anak-anaknya dengan baik. Untuk itu kalau suasana damai tersebut tidak bisa terwujud, meskipun telah diupayakan dengan optimal, maka perceraian adalah sebuah solusi terakhir.

Oleh karenanya, upaya yang telah anda lakukan dengan berinisiatif menuntut cerai adalah upaya yang insya Allah dibenarkan secara syar'i, semoga hal tersebut menjadi pilihan terbaik dan semoga Allah berkenan untuk meridhoi.

Adapun masalah pengkhianatan suami anda yang kemudian berakibat pada kesedihan anda yang sangat mendalam, semoga ada hikmah dibalik itu semua, karenanya bersabarlah, berlapang dadalah, mudah-mudahan itu semua sebagai sarana penghapus dosa-dosa anda ( QS. 24:22 )dan semoga Allah memberikan yang terbaik untuk anda.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA