Istri Punya Hubungan Gelap

Pernikahan & Keluarga, 17 Oktober 2010

Pertanyaan:

Selamat siang. Saya sekarang itu bingung harus bagaimana saya dolo memang seorang yg maksiat, mulai dari judi, minum sampai main perempuan saya lakukan, tetapi beberapa tahun belakangan ini saya mulai sadar akan kesalahan saya dan mulai berubah mulai dari sholat sampai perbuatan sayapun berbeda dengan yg dulu.

Singkat cerita saya mendapat pekerjaan yang lumayan sehingga dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga cuman saya harus keluar kota, akan tetapi saya baru meninggalkan istri saya beberapa bulan, saya mendapati istri saya ada hubungan dengan orang lain yang telah beristri juga.

Lebaran kemaren saya coba bicara dengan istri saya dan istri setuju untuk meninggalkannya (pacarnya) akan tetapi beberapa minggu berlalu dia ternyata masih menjalin hubungan dengan dia, bahkan terakhir kemarin saya juga bertemu dengan istri saya untuk membahas masalah ini, ternyata dia jujur kepada saya bahwa dia memang cinta sama lelaki tersebut.

Jadi pertanyaan saya haruskah saya ceraikan istri saya sedangkan saya tidak suka akan perceraian dan jika saya ceraikan, ataukah saya harus mempertahankan rumah tangga saya dengan menyiksa perasaan kami berdua karna istri saya tidak akan sepenuh hati pada saya.



-- Kurniawan (Jember)

Jawaban:

Assalamu 'alaikum wr wb.

Tujuan pernikahan dalam Islam adalah untuk mencarai kedamaian (QS. 30:21), karena hanya dengan tercapainya kedamaian itu sajalah suami istri bisa mengatur rumah tangganya (termasuk mendidik anak-anaknya) dengan baik.

Karenanya, kalau anda telah berupaya untuk memperbaiki kesalahan istri dan tidak juga berhasil, bahkan cenderung akan meneruskan kesalahannya, maka untuk apa lagi anda harus mempertahankannya, karena dengan kondisi seperti itu, hampir mustahil kedamaiaan dan kebahagiaan  yang merupakan tujuan pernikahan itu bisa anda capai.

Berupayalah untuk instropeksi diri dalam rangka memperbaiki segala kekurangan, kemudian carilah calon yang baik agama dan akhlaknya  (sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Rasulullah saw ), semoga Allah berkenan  meridhoi dan memberikan yang terbaik untuk anda.

Wallahu a'lam bishshowab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA