Akad Murabahah Atau Riba ?

Fiqih Muamalah, 21 Oktober 2010

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz yang dirahmati Allah. Saya pernah tanya ke Mas Ipar saya, bahwa dia beli rumah lewat pembiayaan rumah dengan sistem murabahah di bank Syariah. Tapi yang janggal bagi saya. Pihak bank mentransfer uang ke rekening Bank Mas Ipar saya, baru Mas Ipar saya membeli rumah tersebut kepada pemilik rumah.

Padahal setahu saya seharusnya akad pertama Bank membeli rumah dari pemilik rumah, baru akad kedua pihak bank menjual ke mas Ipar saya dengan kredit dengan ketentuan pembayaran hingga 15 tahun dan tentu saja hargax menjadi dua kali lipat.

Apa benar sistem murabahah seperti ini ? Demikian pertanyaan saya Ustadz. Mudah-mudahan tidak merepotkan Ustadz. Saya harapkan jawabannya untuk mengetahui kebenaran dan mendapatkan ketentraman hati. Jazaakallah.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

-- Roni Imunika Sandu (Lumajang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Transaksi keuangan dengan cara menerima uang dari peminjam/bank, dengan ketentuan harus mengembalikan dengan jumlah yang lebih besar dari nominal pinjaman, namanya riba yang diharamkan dalam Islam, meskipun dalam akadnya disebut dengan murabahah atau yang lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA