Sahnya Lafazh Thalaq

Pernikahan & Keluarga, 29 Oktober 2010

Pertanyaan:

Assalamualaikum... Saya ingin menceritakan masalah saya bersama ustaz. Sebelum ini saya dan suami kerap bergaduh. Suami saya tidak bekerja.. Saya selalu marah-marah.. Saya halau dia dari rumah..dan tiba pada satu malam suami telah dibawa lari oleh keluarga nya..sehingga kini suami tidak pulang lagi kerumah..bila sy bertanya pada nya,dia beritahu dia benci sy dan tidak mahu sy lagi..semua pakain dia dah diambil dari rumah..apakah sah lafaz talak yang diberitahu oleh suami? apakah cara untuk memujuk suami supaya pulang kerumah..dan cara meminta maaf.

-- Muhaini Mazni (Malaysia,dungun,terengganu)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Bencinya suami terhadap istri dan ucapannya " saya tidak mau lagi ", itu adalah bentuk lafadz sindiran, yang hukumnya ( jatuh dan tidaknya thalaq ) akan tergantung kepada niat suami yang telah mengucapkannya, Apabila dengan ucapannya itu, suami berniat untuk menthalaq, maka telah jatuh thalaq I, tetapi kalau dengan ucapannya itu ia hanya ingin memberikan pelajaran kepada istri, maka tidak jatuh thalaq.

Dan kalaupun niat suami dengan ucapannya diatas  utk menthalaq, maka jatuh thalaq I (thalaq roj'i ), yang dengannya masih ada kesempatan untuk ruju'. Apabila ruju'nya dilakukan sebelum habis masa iddah ( 3 X haidh dari semenjak diucapkanya kata diatas ), maka tidak perlu ada akad baru, tetapi kalau ruju' tersebut dilakukan sehabis masa iddah, maka harus ada akad baru sebagaimana proses nikahnya dahulu ( ada wali, 2 orang saksi, ijab qobul dan mahar ).

Dan sebaiknya anda memang meminta maaf kepada suami atas segala kesalahan ( yang mungkin anda sengaja atau tidak ) dengan mendatangi rumah orang tuanya, dan akan lebih baik kalau anda datang bersama keluargaa ( orang tua atau yang lainnya ).

Semoga Allah berkenan memberikan kemudahan dan ridho-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb



-- Agung Cahyadi, MA