Perwalian

Pernikahan & Keluarga, 2 November 2010

Pertanyaan:

Assalamualaikum. wr. wb.
Langsung aja ya pak ustadz, saya sekarang sdh 2 thn menikah dan telah memiliki seorang putri berumur 6 bulan. Pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah apakah perkawinan saya dgn istri sah ? Karena masalahnya, istri saya adalah hasil dari hubungan di luar nikah. Saat ia lahir ia langsung diadopsi oleh mertua saya sekarang. Sebelum saya menikah ibu kandungnya telah meninggal dan bapak kandungnya tidak jelas ada di mana (keluarganya jg tidak diketahui keberadaanya). Yang jadi masalah pula kedua mertua saya punya hubungan buruk dengan keluarga almarhum ibu kandung istri saya.
Maka saat saya menikah, yang jadi wali-nya adalah bapak angkatnya (mertua saya), karena setelah ditanyakan bpk modhin d kampung katanya tdk apa2. Bagaimana ini pak ustadz. Saya benar-benar bingung? karena masalah ini baru saja saya dengar bulan puasa kemaren saat ada tausiyah di masjid.
Terima kasih. Wassalammualaikum wr. wb.

-- Rahadyan (Malang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Insya Allah pernikahan bapak sah secara syar'i, karena istri dengan kondisi sebagaimana bapak ceritakan menjadi wanita yang walinya adalah wali hakim. Dan sebetulnya menurut undang-undang perkawinan negara kita, wali hakim itu adalah pejabat di KUA.

Yang menjadi permasalahan adalah bahwa  penisbatan istri bapak harus ke ibunya (Fulanah binti almarhumah Fulanah dan bukan ke bapak mertua)  seperti nabi Isa bin Maryam.

Wallahu a'lam bishshawab .

Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA