Nikah Tanpa Restu Orangtua Pihak Lelaki


Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb.

Saya seorang gadis 25 tahun dan pacar saya 34 tahun. Kami pacaran sudah hampir 2 tahun dan berencana untuk menikah, tapi kendalanya orang tua pacar saya tidak setuju dengan saya. Alasannya saya terlalu over mengenalkan diri ke keluarga pacar saya, padahal saya baru bertemu dengan calon mertua saya sekali, itupun hanya kira kira 2 jam. Memang ada masalah antara saya dan keluarganya. Dulu pacar saya sempat sakit dan masuk rumah sakit dan harus dioperasi, karena disitu hanya ada saya, akhirnya saya berinisiatif untuk menandatangani surat ijin operasinya itupun dengan ijin dari kakak kandung dan paman pacar saya. Dari situlah timbul masalah, saya dikira melangkahi, tidak sopan, terlalu mengatur, terlalu over. Orang tua pacar saya tinggal diluar Jawa tepatnya di Sumbawa, jadi mereka tidak tahu apa yang terjadi dan hanya tahu dari saudara saudaranya yang ada disini saja. Saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu jadinya.

Dulunya saya sudah sering berhubungan dengan bapak dan ibu pacar saya, tetapi semenjak peristiwa di rumah sakit mereka jadi benci dengan saya. Saya sendiri bingung kenapa bisa jadi seperti ini, sedangkan sebenarnya saya dan pacar saya merasa tidak pernah ada konflik dengan keluarga pacar saya. Kami masih sering silaturahmi. Yang tambah membingungkan lagi alasan orang tua saya tidak setuju dengan saya adalah karena trauma. Orang tua pacar saya mempunyai menantu yang tidak pinter dengan orang tua pacar saya sehingga mereka berpikir saya akan seperti itu... Saya jadi tambah bingung... Apa yang harus saya lakukan?? Sedangkan usia pacar saya sudah 34. Apakah saya mesti menunggu sampai trauma itu hilang??.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.



-- Tria (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alakumussalam wr. wb.

Tujuan pernikahan dalam Islam ialah untuk mencari kedamaian hidup ( QS 30:21 ), karena hanya dengan suasana damai sajalah kita akan bisa mengatur hidup dengan baik, dan tentunya damai tersebut tidak dimaksudkan hanya damai antara suami dan istri saja, tetapi juga damai dengan keluarga besarnya dan terutama ialah damai dengan orang tua, sebab bagaimana kita akan merasa damai dengan pasangan kita, sementara orang tua tidak meridhai kita.

Untuk itu, sebelum kalian memutuskan untuk menikah, sebaiknya suasana damai tersebut diupayakan untuk lebih dahulu tercapai. Setidaknya, bagaimana calon anda berupaya optimal untuk mengkomunikasikan rencana pernikahan tersebut kepada orang tuanya, tentunya dengan cara yang baik (misalnya dengan meminta bantuan saudaranya yang lain).

Dan untuk sementara waktu, sebaiknya anda dan calon anda memutuskan untuk tidak melakukan hubungan / kontak langsung sebagaimana yang selama ini kalian lakukan. Hal itu, disamping karena agama kita memang melarang seseorang untuk melakukan hubungan dengan lawan jenisnya yang bukan mahramnya (pacaran) kecuali apabila telah diikat dengan ikatan pernikahan, dan juga dalam rangka meredam suasana, sambil berupaya masing-masing kalian mengkondisikan orang tua masing-masing.

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridha-Nya.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA