Nafkah Selama Masa Idah


Pertanyaan:

Assalamualaikum.Wr.Wb.,
Semoga Allah melimpahkan jalan terbaik baik setiap hamba-Nya yang sedang kesulitan.

Seminggu yang lalu, suami saya telah menjatuhkan talak 1 kepada saya, dan saat ini kami sedang dalam proses perceraian di Pengadilan Agama. Suami menceraikan saya karena saya telah melakukan dosa besar, yaitu berselingkuh dengan orang lain. Sekarang saya menyadari kesalahan saya.

Yang ingin saya tanyakan adalah, kapan masa idah saya dimulai, apakah setelah suami menjatuhkan talak, atau harus menunggu putusan sidang cerai? Apakah selama masa idah 3 bulan itu, saya masih berhak untuk meminta nafkah dari suami? Saat ini saya belum bekerja.

Pada awal pernikahan kami sekitar 3 tahun yang lalu, saya menitipkan sejumlah uang kepada suami untuk disimpan. Uang itu adalah uang saya sejak sebelum menikah. Setahun belakangan ini, saya sedang melanjutkan kuliah, yang pada awalnya suami mengatakan semua biaya perkuliahan saya akan ditanggung suami. Ketika perceraian ini terjadi, suami mengatakan bahwa uang yang pernah saya titipkan padanya dulu, sudah bukan lagi menjadi hak saya, dan dianggap sebagai pengganti uang kuliah saya selama ini. Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah benar uang tersebut dari segi agama bukan lagi menjadi hak saya? Sebab yang saya baca, harta istri adalah untuk dirinya.

Sebelumnya, terima kasih atas jawaban yang diberikan. Mohon bantuannya secepatnya.

Wassalam.


-- Mimi (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Semoga penyesalan anda atas kesalahan yang telah anda lakukan, bisa anda tindak lanjuti dengan taubat nashuha, sehingga dengan demikian, mudah-mudahan Allah berkenan untuk mengampuni dosa anda

Perihal permasalahan yang anda tanyakan, maka jawaban kami adalah sebagai berikut ;

1. Masa 'iddah anda adalah 3 kali haidh, terhitung semenjak suami anda mengucapkan kata thalaq pada anda.

2. Selama masa 'iddah, seorang suami tetap berkewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri, yang karenanya, bila suami tidak memberikan nafkah, seorang istri dapat menuntut haknya tersebut.

3. Uang yang anda titipkan pada suami, akan tetap menjadi hak anda, dan suami tidak boleh untuk mengambil alih hak tersebut, hanya dengan alasan sebagai ganti uang kuliah anda, sebab dari awal tidak anda penjanjian antara anda dan suami perihal tersebut, bahkan suami pernah berjanji bahwa biaya kuliah anda akan ditanggungnya.

Demikian jawaban kami, wallahu a'lam bishawab.

Wassalamu 'alaikum.

-- Agung Cahyadi, MA