Menyesal Habis Berzina Dan Menggugurkan Kandungan

Pernikahan & Keluarga, 13 Juni 2008

Pertanyaan:

Saya wanita umur 21 tahun. Sebenarnya saya malu menceritakan hal ini. Tapi saya tidak tahu harus ngomong pada siapa. Tidak ada yang peduli. Saya pernah berpacaran dengan seorang laki-laki yang umurnya tidak jauh beda dengan saya. Mungkin karena kami terlalu dekat akhirnya kami melakukan hal yang tidak diperbolehkan oleh agamaku (melakukan hubungan layaknya suami istri) dan saya hamil.

Dan waktu saya tahu lalu bilang sama dia, ternyata dia tidak menghendaki janin itu. Akhirnya kami menggugurkan kandungan itu. Saya memang jahat banget dan berdosa besar banget karena sudah melakukan dosa seperti itu. Saya berjanji untuk tidak melakukan lagi dan setia sama dia, dan orang tuaku juga sudah merestui hubungan kami.

Tapi tidak semudah itu. Ternyata orang tuanya tidak mengijinkan kami bertemu lagi dengan alasan menjaga agar tidak terjadi hal yang seperti itu lagi. Saya awalnya percaya, tetapi ternyata ada seorang wanita yang lebih disukai orang tua laki-laki itu, dan wanita itu lebih kaya dariku. Ternyata selama ini mereka semua sudah sering bertemu satu sama lain dan orang tua kedua belah pihak sudah merestui hubungan dia dengan wanita tersebut!

Hancur banget hatiku karena laki-laki yang selama ini saya sayangi ternyata selingkuh dan orang tuanya pun mendukung hal itu. Aku tidak habis pikir kenapa mereka setega itu sama saya. Sekarang saya merasa begitu hancur dan kecewa. Sudah berulang kali saya mencoba untuk mencari keadilan. Yang saya dapat hanya kecewa dan kecewa lagi. Saya sekarang mencoba untuk ikhlas dan melanjutkan hidupku tanpa dia lagi walaupun itu berat. Saya tahu saya juga harus menebus semua dosa saya dan mohon ampunan untuk semua dosa-dosa yang selama ini saya lakukan. Adakah doa yang bisa mengobati saya? Apa yang harus saya lakukan?



-- Heni (Semarang)

Jawaban:

Sebetulnya semua yang anda ceritakan itu, berawal dari sebuah kesalahan yang berlanjut pada kesalahan yang lebih besar ( pacaran itu salah, berzina adalah kesalahan besar dan menggugurkan kandungan juga merupakan kesalahan yang tidak ringan ), tetapi semua sudah terjadi yang tidak mungkin untuk kembali berulang.

Untuk itu pengakuan anda akan kesalahan yang telah anda lakukan adalah sebuah sikap yang sangat baik, karena menyesali sebuah kesalahan yang sudah terjadi akan dapat menjadi sebuah potensi positif, apabila diikuti dengan tekad serta janji pada Allah untuk tidak mengulangi lagi kesalahan dan upaya yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri, karena hal tersebut merupakan syarat diterimanya taubat yang dengannya Allah akan berkenan untuk menghapus dosa.

Setelah ini, seyogyanya anda segera bertekad untuk lebih mendekatkan diri pada Allah dengan berupaya optimal menjalankan kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya, dan memperbanyak istighfar untuk meminta ampunan pada Allah dan berdo'a dengan sungguh-sungguh setiap ada kesempatan terutama pada waktu-waktu mustajab.

Semoga Allah berkenan untuk senantiasa memberikan kemudahan dan ridho-Nya.



-- Agung Cahyadi, MA