Patuh Pada Ayah Kandung Atau Suami?


Pertanyaan:

Saya sudah menikah 4 tahun, telah dikaruniai 1 orang putri. Pernikahan saya sebelumnya tidak direstui kedua orangtua dengan alasan materi, suami belum mapan. Alhamdulillah, sekarang telah direstui, akan tetapi, saat ini suami saya mengalami tekanan batin yg berkepanjangan karena tinggal di rumah orangtua saya. Perlu diketahui, rumah tersebut merupakan milik orangtua saya. Suami saya merasa, kehidupan rumah tangga kami selalu dicampuri oleh ayah saya. Ayah saya juga selalu su'udzon pada suami saya, dengan mengatakan dia suka main judi, padahal saya tahu itu tidak benar. Demikian juga suami saya, mengalami tekana batin karena sifat ayah saya yang keras, dan selalu mengatur. Maka, kami berniat untuk mengontrak sebuah rumah, walaupun uang kami pas-pasan. Salahkah saya? Saya bingung, mana yang harus saya ikuti? Ayah atau suami? Mohon jawabannya.

-- Diana (Jakarta)

Jawaban:

Permasalahan yang ibu hadapi adalah permasalahan keluarga yang bisa saja menimpa seseorang, namun seyogyanya dihadapi dengan cara yang bijaksana dan dengan hati yang jernih.

Salah satu kata kunci dalam mencari solusi dari sebuah permasalah itu ialah masalah "komunikasi".

Dari itulah sebaiknya permasalahan keluarga ibu tersebut dimusyawarahkan dengan cara yang baik-baik, misalnya : bersama suami menghadap ke orangtua untuk minta maaf atas segala khilaf, kemudian mohon izin agar diperkenankan kontrak rumah untuk belajar hidup mandiri.

Demikian, dan semoga Allah berkenan untuk senantiasa memberikan kemudahan.



-- Agung Cahyadi, MA