Apakah Nikah Saya Sah?


Pertanyaan:

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Ustadz, saya sudah menikah hampir 2 bulan. Karena keluarga wanita adalah orang arab jadi saat akad nikah saya menggunakan bahasa arab (Saya pernah belajar bahasa arab, jadi lumayan mengerti). Saya sudah menghafal dan faham kalimat dari ijab dan qabul. Tapi saya tidak sempat mencari/mengetahui kalimat lengkap tentang mahar yang akan saya berikan. Mahar saya adalah seperangkat alat shalat dan cincin emas putih 3 gr. Jadi saat wali mengucapkan ijab, dari mulai ya (nama mempelai pria) zawwajtuka wa ankahtuka (nama mempelai wanita) saya faham kalimat yang wali ucapkan tapi saat kalimat yang menyebutkan mahar (setelah bil mahri) saya baru pertama kali mendengar saat akad nikah tsbt/tidak terlalu fokus( tapi saya tahu maksud kalimat tersebut mengarah kepada mas kawin yg akan diberikan). Setelah wali selesai ijab (setelah kata naqdan), saya membalas ucapan wali dengan kalimat qabul (qabiltu nikaahaha wa tazwiijaha bil mahril madzkur dan insya Allah kalimat qabul saya ucapkan dengan baik dan saya faham). Akad nikah dihadiri oleh wali, mempelai pria & wanita, dan saksi2 yang sebagian besar mengerti bahasa arab, dan juga pihak dari KUA.

Pertanyaan saya adalah:

1. Apakah akad nikah saya sah karena tidak mengetahui bahasa arab maskawin yang disebutkan?

2. Apakah jika orang indonesia menggunakan bahasa arab harus mengetahui kata perkata dari kalimat ijab qabul tsbt atau hanya perlu faham maksud dari kalimat ijab qabul bahwa antara wali dan calon pria keduanya sadar sedang melakukan ijab qabul pernikahan?

3.Sebenarnya, kalimat ijab qabul di zaman Rasulullah seperti apa ustadz dan batasan kalimat yang menjadikan nikah itu sudah bisa dikatakan sah?

Sekian, Jazakallahu khairan atas jawaban ustadz.

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.



-- NN (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

1. Insya Allah akad nikah anda sudah sah. Adapun maskawin itu bukanlah rukun nikah, tetapi ia hanyalah kewajiban yang lahir setelah akad nikah, utk itu kalaupun dalam proses akad nikah tidak disebutkan maskawin, maka akadnya tetap dianggap sah.

2. Kalimat dalam ijab dan qobul dalam akad nikah itu yang penting, jelas maksudnya dan tidak harus mengerti kalimat perkalimat.

3. Saya tidak tahu persis, kalimat yang biasa dipakai pada zaman Rasulullah saw,  tetapi para ulama mensyaratkan, untuk sahnya akad nikah, maka kalimat yang dipakai harus pasti menunjukkan maksud nikah.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.



-- Agung Cahyadi, MA