Cerai Nikah Siri


Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.

Adik saya perempuan, kondisi dia sekarang adalah istri siri dari seseorang. Masalahnya telah lebih dari 10 tahun pernikahan sirinya, tidak mendapatkan perlakuan adil selayaknya sebagai seorang istri. Beberapa tahun terakhir si istri berkeinginan untuk mengakhiri hubungan suami istri tersebut, dengan berbagai alasan, diantaranya tekanan lingkungan, tidak mendapat dukungan dari keluarga, dan tidak dipenuhinya nafkah sebgai istri, walaupun memang dia bekerja juga.

Saat dia mendapat kesempatan untuk mengakhirinya, dan mengemukaan keinginannya tersebut, sang suami tidak mengizinkan, dan tidak mau menceraikannya... begitu juga dengan istri pertamanya.

Pada suatu pertemuan keluarga, si istri menceraikan diri sebagai istri di hadapan wali yang dulu menikahkannya, tetapi tetap si suami tidak mau menceraikannya.

Yang mau ditanyakan bagaimana status si istri dengan kondisi seperti ini? Bisakah dia menikah lagi dengan laki2 pilihannya secara sah dan resmi berdasarkan syariat dan hukum negara? Kemudian syarat2 apa yang diperlukan untuk melepaskan diri dari statusnya sebagai istri siri secara sah berdasarkan syariat?

Wassalamu'alaikum wr. wb.



-- Noegraha (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Dalam pandangan Islam, ketika suami melakukan nusyuz, dengan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai suami (tidak memberikan nafkah misalnya), dan telah dilakukan upaya perbaikan (nasihat kepada suami misalnya) dan suami tetap tidak berubah, maka hal tersebut bisa dijadikan alasan bagi istri untuk menuntut cerai, dan apabila suami menolak untuk menjatuhkan cerai, maka hakim yang menjatuhkan cerai. Dan setelah jatuh cerai tersebut, wanita tersebut baru boleh menikah dengan laki-laki lain setelah habis masa iddahnya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu'alaikum wr. wb.



-- Agung Cahyadi, MA