Tak Memberi Nafkah Saat Suami Menjatuhkan Talak

Pernikahan & Keluarga, 17 Juni 2011

Pertanyaan:

Ass wr wb. Satu minggu lalu suami saya menyerahkan saya kepada orang tua dengan alasan bahwa sikap saya selama pernikahan kami kurang baik.tapi saya tau itu hanya alasannya,sikap2 yg menurutnya tak baik itu menurut saya hanya hal2 kecil masalah rumah tangga.perlu diketahui saya rasa saya sudah cukup melayani suami layaknya kewajiban seorang istri terhadap suaminya.hanya saja..saat ini suami saya memiliki wanita lain diluar sana hingga suami mencari2 kesalahan saya untuk alasannya,mungkin agar terbebas sementara waktu agar dia bisa dengan wanita itu.
Yang ingin saya tanyakan :
1.suami menyerahkan saya kepada orang tua saya apa itu termasuk jatuh talak satu?
2.saat suami menyerahkan saya kepada orang tua dia tidak memberikan nafkah "materi" sepeserpun. apa hukumnya?
3.karena ada wanita lain dalam kehidupannya,bolehkan saya meminta cerai dari dia sementara dia tidak mau menceraikan saya?
Sekian pertanyaan saya. Terima kasih.

-- Hamba Allah (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Kami ikut prihatin atas  problematika keluarga anda, semoga Allah berkenan untuk segera memberikan solusi terbaik yang diridhoi-Nya

Adapun perihal pertanyaan-pertanyaan anda, maka jawaban kami adalah sebagai berikut :

1. Apa yang telah dilakukan oleh suami, dengan menyerahkan anda ke orang tua itu bentuk sindiran yang hukumnya tergantung kepada niat suami anda saat menyerahkan, apakah niatnya mentalaq anda atau sekedar memberikan pelajaran untuk mengingatkan anda atas sikap anda yang mungkin tidak disukai oleh suami ?!, Jika niatnya mentalaq, maka berarti telah jatuh talaq semenjak ia menyerahkan anda ke orang tua, tetapi kalau tidak ada niat talaq, maka tidak jatuh talaq. Karenanya seyogyanya dikonfirmasi kepada suami perihal niatnya, saat ia menyerahkan anda ke orang tua

2.  Apabila niat suami saat menyerahkan anda ke orang tua itu mentalaq, yang karenanya akan jatuh talaq, maka ia tetap wajib memberikan nafkah kepada anda sampai habis masa iddah ( 3 X haidh ). Dan apabila niatnya tidak mentalaq, maka berarti anda masih berstatus sebagai seorang istri, yang karenanya suami tetap wajib memberikan nafkah, meskipun anda tidak hidup bersama dalam satu rumah.

Dengan demikian, berarti suami anda telah melanggar kewajibannya sebagai seorang suami yaitu dengan tidak memberikan nafkah wajib kepada istrinya

3. Ketika seorang suami melakukan nusuz dengan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami, maka uapaya perbaikan harus dilakukan. Dan ketika segala upaya sudah dilakukan dan tidak memberikan hasil, maka itu bisa menjadi alasan syar'i bagi seorang istri untuk menuntut cerai kepada suaminya

Wallah a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

-- Agung Cahyadi, MA