Durhakakah Menikah Tanpa Restu Ibu?

Pernikahan & Keluarga, 20 Juni 2011

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr.wb.

Ustadz, saat ini saya memiliki masalah yang sangat membuat saya sedih. Saat ini saya berencana untuk menikah dengan masa pendekatan 1 tahun yg lalu. Pada saat pertama kali calon saya mendekati saya, saya pertemukan dulu dengan ibu saya karena sebelumnya ibu saya tidak merestui hubungan saya karena pacar saya dulu bukan orang jawa (gorontalo). Selama 7 tahun saya memperjuangkan hubungan saya tetapi ibu saya tetap tidak merestui (ibu saya keras kepala dan egois) hingga akhirnya saya mengalah dan kami putus. Saat ini calon saya juga bukan orang jawa (medan), tetapi pada saat dia datang kerumah dan meminta izin pertama kali ibu saya merestui, hingga akhirnya pertemuan keluarga 1 minggu yang lalu. Ibu saya langsung menyuruh saya memutuskan hubungan dengan calon saya dengan alasan dia orang batak, takut nanti hidup saya tidak bahagia karena orang batak keras, keluarga calon tidak sanggup memenuhi jumlah seserahan yang diinginkan ibu saya dan alasan2 lain yang sifatnya duniawi.

Saya harus bagaimana pak ustadz, saya sudah berusaha bicara baik2 tetapi ibu saya tetap tidak merestui dan tetep kekeuh dengan semua prasangka2 buruknya. Saya ingin menikah dengannya karena saya tidak setuju kalau alasan ibu saya menolak karena tidak cocok dengan ibu calon saya yang orang batak & sama2 keras serta karena materi, sedangkan saya sudah cocok dan tenang dengan calon saya.

Pak ustadz, apakah saya durhaka dan berdosa bila tetap menikah tanpa restu ibu saya? bukankah orang tua tidak berhak memaksakan kehendak apalagi yang saya lakukan tidak ada yang melanggar syariat islam? Ayah saya sudah meninggal dan yang menjadi wali saya nanti adalah kakak ayah saya.
Saya mohon dengan sangat pak ustadz bisa membantu saya menyelesaikan permasalah saya ini.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.
Wasalamu'alaikum wr.wb.


-- Dessy (Tangerang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb.

Menurut kami, sebaiknya anda tidak terburu-buru untuk mengambil sikap, nikah atau batal ?, usahakan sekali lagi dengan maksimal untuk mengkomunikasikan maksud nikah  dengan calon anda tersebut dengan ibu tercinta, bahkan jika diperlukan libatkan fihak ketiga  dengan meminta bantuannya dalam menkomunikasikannya kepada ibu .

Dan jika segala upaya  tersebut akhirnya juga gagal, menurut kami, seyogyanya anda tidak memaksakan diri untuk menikah dengan calon anda dengan tanpa restu ibu, kami sangat khawatir, apabila anda memaksakan untuk menikah dengannya, kedamaian hidup yang tentunya sangat anda dambakan, tidak dapat anda raih, karena bisa jadi anda bisa damai dengan calon anda ( itupun belum bisa dipastikan dan masih spekulatif sifatnya ? ), tetapi bagaimana dengan anda saat nanti ibu tidak mau hadir dalam pernikahan anda, atau bahkan tidak mau mengakui menantunya, mertuanya, cucunya dst ?

Adapun perihal hubungan anda dengan calon yang mungkin sudah terlanjur dekat, bisa saja anda mengkomunikasikannya dengan cara yang bijaksana dengan alasan ibu anda tercinta belum bisa merestui maksud anda.

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya.

Wassalamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA