Status Sah Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 27 Juni 2011

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.

Saya diminta bantuan untuk mohon mendapat jawaban mengenai status perkawinan seorang teman. Mereka telah menikah lebih daru 10 tahun, namun dalam beberapa tahun terakhir sangat sering terlibat dalam pertengkaran. Walaupun si suami tidak pernah dengan tegas mengatakan "saya ceraikan" dan seterusnya, namun ucapan-ucapan mengenai kemungkinan berpisah atau bercerai telah berulang kali terkatakan. Menurut sang suami, ucapan-ucapan itu terkatakan dalam suasana marah dan emosi.

Yang mereka ingin ketahui adalah status penikahan mereka. Pada dasarnya baik si suami maupun isteri tidak ingin bercerai, karena juga menimbang kepentingan anak-anak mereka. Dari pengakuan mereka, suami berharap si isteri lebih mendengarkan kata-katanya dan menunjukkan sikap ikhlas dalam berumah tangga. Sedangkan menurut si isteri, suaminya pemarah dan mau menang sendiri.

Mohon jawaban yang jelas mengenai situasi mereka ini. Apakah masih ada jalan agar keduanya tidak termasuk sudah dalam status bercerai secara agama, karena mereka sebetulnya tidak menginginkan hal itu?

Demikian, kiranya pertanyaan mereka itu tersampaikan dan sudilah memberikan jawaban yang bisa menjadi panduan.

Wassalamualaikum wr. wb.

-- A. Hara (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb.

Talaq dalam Islam adalah hak suami, dan bisa terjadi dengan dua kalimat :

1.Dengan kalimat yang tegas dan pasti, mis. suami mengatakah kepada istrinya : kamu saya talaq atau saya cerai. Talaq dengan memakai kalimat seperti itu, langsung jatuh/sah saat suami mengatakannya meskipun dengan bergurau.

2. Dengan kalimat sindiran, mis.suami mengatakan kepada istrinya  : kamu pulang saja ke orang tuamu, kita pisah saja. Talak dengan kalimat seperti itu, sangat tergantung kepada niat suami ketika mengucapkanannya, Jika niat saat mengucapkannya untuk mentalaq istrinya, maka akah jatuh talaq, tetapi jika tidak berniat untuk mentalaqnya, maka tidak jatuh talaq.

Oleh karenanya, status pernikahan kawan anda tersebut, akan tergantung pada niatnya saat ia mengucapkan kata-kata sindiran kepada istrinya, untuk itu hendaknya segera dikonfirmasi.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA