Pertimbangan Cerai

Pernikahan & Keluarga, 29 Juni 2011

Pertanyaan:

Aww. Sudah 2 tahun lebih istri sakit. tepatnya sakit "stres". sulit ngomong, mudah bingung bahkan ketika ia ingin mandi atau tidak, dll. sampai sekarang saya masih punya harapan untuk mengusahakan kesembuhannya, dan masih ada 1 lg usaha yg belum saya coba, yaitu ke psikiater. dan karena keterbatasan saya, akhirnya anak ikut saya, sedang istri bersama ibu-bapaknya. sebenarnya saya ingin bersatu kembali, mungkin sekaligus sebagai usaha penyembuhan. hanya setelah 2 kali - kejadian emosi yg tdk terkontrol dan membahayakan anak kami - saya jd berfikir lain. dan untuk alternatif cerai dengan alasan : sulit di ajak berfikir & komunikasi karena tidak mungkin keluarga saya berhenti disini, karena saya butuh partner hidup.
Atau alternatif ke-2, dulu istri pernah menyampaikan agar saya cari istri lg (belum jelas krn ngetes atau memang legowo atau marah). takutnya malah dolim ke istri.
pertanyaannya:
1. pertimbangan terkait alternatif ke-1 dan ke-2?
2. apakah ada alternatif ke-3, ke-4, dst?
Terimakasih ustadz atas jawabannya.

-- Beni (Madiun)

Jawaban:

Assalamu 'alaikum wrwb.

Ada baiknya, kalau anda tetap mengupayakan dengan optimal untuk tetap berusaha mencarikan alternatif pengobatan yang halal bagi sakitnya istri anda ( diantaranya dengan ruqyah syar'iyyah ), dengan tetap berusaha untuk senantiasa berdo'a kepada Allah, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan kesembuhan.

Meskipun demikian, bisa saja anda - disaat anda mengupayakan kesembuhan bagi istri - anda juga mengkomunikasikan dengan cara yang baik kepada keluarga dan keluarga istri anda (terutama ke dua orang truanya) perihal keinginan anda untuk mencari pendamping dan pembina bagi anak anda.

Semoga Allah memberikan yang terbaik dan ridho-Nya.

Wassalamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA