Mengapa Masih Pakai Rekening Bank Konvensional?

Fiqih Muamalah, 25 Juli 2008

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustadz..
Dewasa ini bank syariah sudah ada dimana-mana, produknya pun tidak kalah dengan produk bank konvensional. MUI & lembaga-lembaga Islam lain sudah mengharamkan bunga bank tetapi mengapa banyak lembaga-lembaga berlabel Islam yang masih memakai bank konvensional untuk rekening tabungannya?
Mengapa? Bukankah lembaga-lembaga ini menjadi contoh bagi masyarakat kita?
Meskipun alasannya hanya sekedar untuk sarana transfer biar mudah, tapi saya kira tidak mendidik karena masyarakat akan menjadikannya pembenaran bahwa memiliki simpanan di bank konvensional itu halal. Dan menjadikan bank syariah tidak berkembang.
Syukron. Wassalamu'alaikum.

-- Nur (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb. Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih atas perhatian anda terhadap permasalan ummat. Jazakillahu khoiroljaza'.

Dan kamipun sangat setuju, bila seluruh anggota masyarakat kita, terutama ummat islam untuk segera meninggalkan segala bentuk interaksinya dengan bank-bank konvensional dan segera beralih untuk hanya beriteraksi dalam seluruh kegiatan ekonominya dengan bank-bank syariah yang memang sudah mulai merambah kebeberapa daerah, meskipun - menurut beberapa pakar Islam - masih banyak kekurangan, baik dalam penerapan nilai-nilai syar'inya atau kemudahan dalam mengaksesnya, Tetapi bagaimanapun kondisinya menurut kami, untuk sementara bank-bank syariah tersebut dapat menjadi alternatif sementara, dengan harapan segera ada perbaikan, sehingga kita semua akan segera terbebas dari bank-bank ribawi.

Dan oleh karena kondisi bank-bank syariah yang demikian itu, maka kamipipun juga bisa memaklumi kalau masih ada sebagian anggota masyarakat atau lembaga-lembaga Islam yang masih berinteraksi dengan bank-bank konvensional, khususnya bila sekadar memanfaatkan jasanya dan bukan untuk menabung dan investasi.

Semoga kedepan dan mudah-mudahan tidak terlalu lama, bank-bank syariah tersebut segera memperbaiki diri, sehingga kita semua akan segera terbebas dari belenggu riba menuju ridho Allah dengan kehidupan ekonomi yang islami dengan cara yang mudah.

Wallahu a'lam bishowwwab. Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA