Wali Nikah Anak Angkat

Pernikahan & Keluarga, 19 Agustus 2008

Pertanyaan:

Begini Ustadz. Insya Allah, November ini saya akan menikah. Semuanya sudah lancar, hanya ada satu hal yang belum terpecahkan.
Calon istri saya ini, adalah anak angkat, dari keluarga pasangan ayah dan ibu. Dia, sejak bayi, sudah diangkat sebagai anak, karena waktu itu, kasusnya, ibu kandungnya meninggal sedangkan ayahnya tidak sanggup membiayai kehidupan keluarganya.
Sejak itu, dia dibawa ke Jakarta, hingga 28 tahun sekarang ini. Kehidupannya masih lancar sampai detik ini.
Sekarang, dia mau saya nikahi. Permasalahannya, dia tidak tahu siapa nama ayah kandungnya. Bahkan, keberadaan ayah kandungnya dimana pun, saat ini, tidak ada yang tahu. Selain itu, ayah angkatnya sudah meninggal 3 tahun silam, dan keluarga laki-laki dari ayah angkatnya, semuanya berada di luar pulau.
Yang masih menjadi ganjalan pikiran saya adalah:
1. Nanti waktu akad, siapa yang bisa menjadi wali?
2. Waktu akad juga, siapa nama yang nanti harus saya sebut sebagai ayah dari calon istri saya ini?
Mohon bantuan atas masalah saya ini.

-- Heri (Jakarta)

Jawaban:

Assalamu 'alaikum wr wb.

Ada beberapa hal yang bisa sampaikan :

Pertama, perlu diketahui bahwa seseorang itu tidak boleh dinisbatkan kepada selain ayah kandungnya (QS. 33:4-5 ). Untuk itu perlu ditelusuri/dilacak ayah kandung dari wanita yang akan anda nikahi tersebut, mungkin melalui saudara-saudara ayah angkatnya atau saudara-saudara ibu angkatnya atau melalui yang lainnya.

Kedua, yang berhak menjadi wali nikah dari seorang perempuan itu hanya ayah/kakeknya, saudaranya laki-laki dan kerabat laki-laki dari ayah tersebut (kakak atau adik dari ayah tersebut, atau anak laki-laki mereka). Apabila mereka itu semua sudah tidak ada atau tidak beragama Islam, maka yang menjadi walinya adalah wali hakim, dalam hal ini adalah dari KUA.

Wallahu a'lam bishashawab. Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA