Masa Idah

Pernikahan & Keluarga, 27 Agustus 2008

Pertanyaan:

Ass.Wr.Wb. Enam hari yang lalu suami menjatuhkan talak 1 pada saya di depan sidang pengadilan agama. Alasannya karena saya sebagai isteri tidak bisa menjadi isteri yang diharapkannya. Kami selalu berbeda pendapat dalam segala hal, yang terutama adalah pelayanan saya kurang kepada suami karena saya lebih mementingkan karier. Sebelum proses pengadilan saya sudah berusaha memperbaiki diri dan menurut saya, saya sudah jauh lebih baik. Tetapi karena pada saat yang bersamaan ada pihak ketiga (WIL) yang masuk dan memberi perhatian maka semua usaha saya menjadi sia-sia.

Terhitung sejak hari itu saya menjalani masa idah. Bekas suami masih sering menginap dan tidur dengan anak saya, sementara di rumah kami tidak ada orang tua hanya ada pembantu. Kadang-kadang bekas suami masih memberikan harapan untuk rujuk kalau saya bisa benar-benar berubah. Kadang-kadang mengancam tidak ada lagi kesempatan rujuk karena saya masih sering emosi jika membayangkan bekas suami dengan WILnya. Apa yang boleh saya lakukan dan tidak boleh saya lakukan selama masa idah?



-- Muslimah (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Ada bebarapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang wanita dalam masa 'iddahnya (masa 'iddah karena thalaq) :

1. Tidak boleh menerima lamaran seorang laki-laki (apalagi menikah), meskipun dengan sindiran.

2. Tidak boleh keluar dari rumah kecuali dalam kondisi terpaksa.

3. Berhak untuk tinggal di rumah suaminya.

4. Berhak untuk mendapatkan nafkah dari suaminya.

5. Berhak mendapatkan warisan, bila suami meninggal.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

 



-- Agung Cahyadi, MA