Menunda Perceraian

Pernikahan & Keluarga, 2 Februari 2013

Pertanyaan:

Ass, Bpk ustd yg saya hormati, tolong beri arahan pd saya.saya sangat membutuhkan bimbingan Ustd, saya merasa bahwa saya harus berpisah dg suami karena dia menyatakan bahwa hatinya merasa nyaman kembali ke kepercayaannya semula (protestan). Sekarang dia tdk melakukan bentuk ibadah apapun, Islam tidak, kristen pun tidak. Kalau anak-anak dan saya alhamdulillah, Islam. Saya belum memutuskan meninggalkan dia karena anak-anak belum mandiri. Sementara kalau mengingat kematian yg datangnya tiba-tiba membuat saya takut. Untuk menghilangkan kegalauan, saya bekeyakinan bahwa Allah maha tahu hati saya, kalau saya tidak bermaksud melanggar perintah-Nya .Jadi bagaimana ya, Ustd?
Mohon dengan sangat pencerahannya buat saya dan mungkin teman lain yang kasusnya mirip saya. Terima kasih banyak.
(nining-Bdg)

-- Rutiningsih (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Ibu Nining, semoga Allah senantiasa berkenan memberikan rahmat-Nya kepada kita semua.

Begini ibu Nining ; Dalam agama Islam, seorang wanita muslimah itu tidak diperbolehkan untuk menikah dengan laki-lakin non muslim. Demikian juga apabila seorang wanita muslimah menikah dengan laki-laki muslim, dan setelah menikah suaminya murtad atau meninggalkan rukun Islam ( tidak lagi mau sholat, puasa dan yang lainnya), maka pernikahannya sudah dianggap fasakh ( ikatan pernikahannya rusak secara otomatis ), yang karenanya sudah harus berpisah

Oleh karena suamu ibu Nining kembali merasa nyaman dengan agamanya yang dahulu (protestan) dan tidak lagi mau menjalankan ajaran Islam, maka seyogyanya ibu Nining segera berpisah dengan suami, karena insya Allah sudah terjadi fasakh

Namun kalau bisa diupayakan dengan berbagai cara, agar suami kembali kepangkuan Islam dengan bertaubat, maka bisa saja nanti menikah kembali dengan akad baru

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wassalaamu 'alaikum wrwb. 



-- Agung Cahyadi, MA