Tanggung Jawab Setelah Mndekati Zina


Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustad,
Saya seorang pria, telah berkeluarga dengan istri dan 1 org anak.
Sekitar krg lebih 6 blan lalu saya mlai berhbungan dekat kmbali dgn tman wanita dlu sblm menikah. Teman wanita saya ini blm menikah dan masih perawan.
hubungan kami ini bsa dkatakan selingkuh, sehingga akhirnya kami sering mlkukan hal2 yg sdh dkatakan zina, tetapi saya msih mnahan dri tidak melakukan, maaf, penetrasi / hub intim kepada tmn wanita saya ini, sehingga sampai saat ini dia msih perwan.
Saat ini saya ingin bertaubat ustad, saya sadar saya telah melakukan hal yg dilaknat Allah, saya sayng sekali sama istri saya dan ingin kmbali ke jalan yg benar.
Tetapi yg jadi permasalahan, teman wanita saya ini meminta pertanggungjawaban saya untuk menikahi dirinya, karena dia merasa harga diri dan kehormatannya sdh diambil oleh saya.
Kalau saya tidak menikahi drinya, dia mengancam akan mengajak perang, dan mberitahu semua org soal perselingkuhankami dan apa yg tlah kmi perbuat. Dia bersedia dinikah siri, tanpa sepengatahuan istri say.
Saya ssdh yakinkan bahwa saya tdak akan bsa bersikap adil jka punya istri 2. Tetapi dia ttap berteguh pada pendriannya.
Mohon petunjuknya ustad, apakah saya harus menikahi dia krena tggung jawab saya, sdangkan saya sgat sayang ama klrga saya dan tdak ingin memkhianati mereka kmbali.
Terimakasih pak ustad
Waalakumsalam

-- Dedi (Riau)

Jawaban:

Wa'alaikumssalaam wrwb.

Alhamdulillah, jika anda telah menyadari kesalahan yang selama ini telah anda lakukan dengan berselingkuh/berhubungan intim dengan wanita yang istri anda, selanjutnya anda harus segera bertaubat dan segera meninggalkan dan menjauhi sumber kemaksiatan tersebut yaitu wanita selingkuhan anda tersebut

Dan anda tidak perlu risau atau galau dengan ancaman wanita tersebut. dan andapun tidak harus menikahi wanita tersebut, sebaliknya anda harus segera menjauhinya dan menasihatinya, karena yang selama ini kalian lakukan adalah dosa yang sangat dimurkahi Allah

Dan disamping harus bertaubat kepada Allah karena dosa tersebut, sebaiknya anda meminta maaf kepada istri atas kesalahan tersebut

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.


 



-- Agung Cahyadi, MA