Ayah Menikah Siri


Pertanyaan:

Salam pak, saya adalah seorang mahasiswa dan masih masih kuliah di salah satu universitas di banda aceh. Dari kampung saya menuju banda aceh dapat ditempuh dengan waktu 8-9 jam perjalanan. Selama saya kuliah, ternyata orang tua saya lagi cek cok dikampung, ada keinginan untuk pulang, tapi rasanya jauh dan harus selalu masuk ruang kuliah. Terakhir saya tau bahwa ayah saya telah menikah siri dengan wanita lain dan itu benar, ibu saya telah melihat sendiri. Disaat itu pula ibu saya sering contact dengan saya untuk menceritakan seputar kesedihannya, karena saya adalah anak nomor 1 dalam keluarga, ayah juga anak nomor satu dan ibu juga anak nomor satu. Sehingga tidak ada keluarga lain yang berani menegur ayah saya.

Yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana hukumnya jika istri minta cerai kepada suami karena dia sudah tidak tahan terhadap sikap suaminya?
Yang saya tau haram jikalau sebabnya tidak jelas, saya takut ibu berdosa.

Dan bagaimana pembagian harta dalam perceraian itu karena dari dulu mereka sama2 berdagang mencari rezki, ibu saya selalu pergi pagi dan pulang sore untuk berjualan. apakah ada hak untuk istri?
Karena jika perceraian itu terjadi maka ibu harus memikirkan tempat tinggalnya.

dan apa yang harus saya lakukan sebagai seorang anak? adakah saya harus menegur ayah saya? Dengan keadaan seperti ini rasanya sulit untuk fokus pada kuliah. terima kasih.

-- Joe (Banda Aceh)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan solusi terbaik bagi keluarga anda

Seorang istri memang tidak mempunyai hak "cerai", tetapi Islam memberikan kepada seorang istri hak untuk minta cerai, apabila ada alasan syar'i/alasan yang dibenarkan dalam Islam ( mis. suami tidak melaksanakan kewajibannya, seperti tidak memberikan nafkah, atau ia berlaku kasar kepada istrinya ), tentunya  setelah diupayakan dengan optimal untuk dilakukan islah/perbaikan, dan anda sebagai anak harus mempunyai peran dalam upaya islah tesebut, tentu dengan cara yang baik

Setelah upaya perbaikan optimal sudah tidak lagi bisa memberikan solusi yang diharapkan, dan akhirnya harus terjadi perceraian, maka untuk pembagian harta, harus disesuaikan dengan hak masing-masing. Untuk itu, kalau ayah dan ibu sama-sama bekerja, maka harus dipilah hak masing-masing, agar harta tersebut bisa dibagi sesuai dengan hak masing-masing

Semoga Allah berkenan untk membimbing kita semua kejalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA