Pernikahan Antar Ras


Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustad,

Saya baca artikel di

http://konsultasisyariah.net/component/option,com_konsya/task,detail/id,32/

tentang pernikahan dimana pihak wanita tidak merestui pernikahan tersebut. Saya memahami jawaban Ustad yang mengatakan untuk mengalah karena wali nikah itu hukumnya wajib untuk pernikahan seorang wanita. Namun yang saya ingin pertanyakan adalah alasan orang tua untuk melarang menikah, apakah semua alasan (baik yang masuk akal maupun yang jelas-jelas "aneh") tetap harus kita terima? karena Islam mengajarkan birrul waalidain yaitu selama tidak bertentangan dengan agama, dan sepertinya menunda menikah bukan salah satunya. Ada hadits yang mengatakan : Janganlah engkau tunda-tunda yang tiga ketika tiba waktunya : 1. Shalat jika tiba waktunya, 2. Mayit untuk segera dikuburkan, 3. Nikahkan wanita jika sudah ada pasangan yang sekufu dengannya. Dan setelah saya cari-cari, kufu disini adalah kufu di urusan agama, dan bukan yang lainnya. Apabila bertentangan dengan agama (misalnya calon si wanita sudah sekufu dengannya), maka kewajiban anak tetaplah ada, untuk menghormatinya, bukan menurutinya.

Kembali ke permasalahan saya, saya ingin menikah, saya laki-laki, sudah 24 tahun pada tahun ini, dan sudah memiliki pekerjaan yang saya rasa Insya Allah cukup untuk menafkahi keluarga, calon saya juga sudah bekerja dengan tingkat penghasilan yang cukup sama dengan saya.

Namun orang tua saya menolak pernikahan saya (dan niatan saya untuk menikah dengan pasangan saya sebelum ini, dan seluruhnya kandas karena saya menuruti orang tua) dengan alasan macam-macam yang semakin hari (setelah saya komunikasikan dan buktikan alasan mereka salah) semakin bertambah aneh dan terkesan mengada-ada.

Setelah saya telaah, alasan mereka hanya 2 perkara, satu adalah karena calon saya bukanlah dari ras Arab, dan yang kedua, karena orang tua merasa saya masih kurang memberi nafkah ke keluarga sendiri (sekarang ini, 1/3 gaji saya selalu saya berikan ke keluarga).

Kali ini, saya memutuskan untuk menikah, karena alasan orang tua saya bukanlah alasan yang menunjukkan pernikahan saya salah secara agama, itu hanyalah alasan yang menurut persepsi atau pemikiran orang tua saya.

Serupa dengan wanita yang pernah Bapak jawab, saya cukup lelah, karena sejak kecil, mulai A sampai Z selalu di dikte, dan saya menurut. Terlebih sebelum Ibu kandung saya meninggal, beliau berkata "Ridwan, nanti ketika kamu dewasa, bapak kamu akan sering memarahi kamu, bahkan tanpa alasan atau dengan alasan yang kamu anggap aneh, tapi kamu jangan marah, cukup iyakan saja, karena bapak kamu itu sayang padamu, namun caranya saja yang salah"

Demikian dari saya Ustad, mohon pendapatnya,
Sesungguhnya yang benar itu hanya dari Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, dan yang salah itu datang dari diri saya sendiri, untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

-- Ridwan (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Benar, ketaatan kepada makhluk Allah termasuk kepada orang tua itu tidak mutlak, kita wajib taat dalam ketaatannya kepada Allah saja, semenatara dalam kemaksiatan, kita haram untuk taat kepada seorang makhluk, tetapi agama kita Islam mengajarkan kepada kita semua, bahwa untuk menginkari sebuah kemaksiatan itu caranya harus dengan hikmah/bijaksana ( QS. 16:125 ), yang menurut Ibnu Taimyah bermakna " jangan sampai penginkaranmu terhadap kemunkaran akan menimbulkan kemunkaran yag lain"

Berkaitan dengan permasalah anda, maka ketika anda tidak perduli dengan orang tua, dengan tetap memaksakan diri untuk menikahi wanita calon anda, dengan dalih bahwa alasan orangtua menghalangi anda tidak syar'i yang berarti sebuah kemaksiatan, maka saya khawatir akan terjadi kemunkaran baru, yaitu rusaknya tali silaturrahim anda dengan orang tua, karena bisa jadi beliau tidak meridhoi pernikahan anda tersebut

Dan perlu kita ketahui, bahwa birrulwaalidain/berbuat baik kepada orang tua itu  tetap wajib hukumnya meskipun orang tua bermaksiat, bahkan walaupun orang tua itu musyrik sekalipun, yang tidak boleh kita lakukan itu adalah mentaati kemaksiatannya atau kemusyrikannya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA