Apakah Jatuh Talak?

Pernikahan & Keluarga, 21 Juni 2013

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum...

Pa' Ustadz, saya mau tanya..
dulu saya pernah bertengkar dengan suami saya. kemudian dengan marah2 saya bilang bubar ke suami saya. Tapi, suami saya sambil menenangkan saya menjawab "Iya". saya bilang lagi "pisah", suami saya jawab "iya", saya bilang lagi "kita udahan", suami saya menjawab "iya,udah ya..". kemudian saya menegaskan "kita cerai nih?", suami saya menjawab " bukan, bukan cerai. maksudnya yang bubar, yang pisah, yang udahan itu bertengkarnya... bukan cerai".
Suami saya bilang tidak ada niat mengiyakan permintaan saya apalagi menceraikan saya.
Tapi waktu itu saya beranggapan sudah jatuh talak dan saya memaksa suami saya mengucapkan rujuk jika masih mau bersama saya. Tapi suami saya menolak karena suami saya yakin tidak jatuh talak. Tapi karena saya memaksa, akhirnya suami saya mau dan mengucapkan " kalau memang kata2 saya tadi menyebabkan jatuh talak, tapi saya yakin tidak, maka saat ini saya mengajak kamu rujuk. Tapi saya sangat yakin tidak jatuh talak karena saya tidak ada niat seperti itu."
Ustadz, Apakah kata-kata saya dan suami saya sudah menyebabkan jatuhnya talak ataupun khulu' ustadz? jika tidak jatuh talak, apakah kata2 rujuk dari suami saya ada pengaruhnya terhadap pernikahan kami ustadz..
Mohon jawabannya ustadz... saya sangat bingung dan menyesal...

Terima kasih..

Wassalamu'alaikum...

-- Viani (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak adalah hak mutlak bagi suami, yang karenanya seorang istri tidak bisa menceraikan suaminya, tetapi seorang istri mempunyai hak untuk meminta cerai kepada suaminya, Dan apabila hal tersebut terjadi ( seorang istri minta cerai kepada suami ), dan suami menyetujuinya/meng-iyakannya, maka jatuhlah khulu'/fasakh (rusaknya akan pernikahan), dengan ketentuan istri harus mengembalikan mahar yang dahulu diterima dari suaminya

Dalam kasus yang anda ceritakan, insya Allah yang benar adalah keyakinan suami anda, bahwa talak belum terjadi, karena  suami anda belum pernah mengatatakan kata " talak atau cerai ", dan kertika meng-iyakan permintaan anda, beliau tidak bermaksud untuk mentalak anda, dan insya Allah kata "rujuk" dari suami anda tersebut tidak berpengaruh pada pernikahan anda

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshwaab

Wassalaamu'alaikum wrwb. 



-- Agung Cahyadi, MA