Susuk

Aqidah, 5 Juli 2013

Pertanyaan:

Ustadz, di masa "jahil", akibat terpengaruh teman dan iman yang lemah, saya terlanjur memasang 3 susuk di badan saya.

Ketika sadar dan merasa bertaubat, saya melanggar semua pantangan yang diberikan oleh pemasang susuk dengan harapan, susuk itu bisa pergi dari tubuh saya.

Bertahun-tahun saya merasa bahwa Susuk itu telah pergi karena semua pantangannya telah saya langgar, dan saya benar-benar tidak mempercayai khasiat susuk tersebut (dan saya rasa, memang saya ditipu oleh tukang susuknya, karena saya tidak merasa mendapat manfaat apa-apa dari susuk yang saya pasang).

Sekitar 5 bulan kemarin, ketika saya sakit, dari foto rontgen, saya mendapatai susuk itu masih ada di tubuh saya (jarum kecil). Untuk mengeluarkannya, tentu butuh biaya besar untuk melakukan bedah kosmetik.

Saya berjanji bahwa jika saya diberikan kelebihan rizqi oleh Allah SWT, saya akan mengeluarkan susuk itu dari tubuh saya. Apakah saya masih berdosa sedangkan saya sudah bertaubat, sama sekali tidak mempercayai susuk tersebut? Saya takut jika saya mati dan susuk itu masih ada di tubuh saya.....

Terima kasih Ustadz atas jawabannya.

-- Lukman (Pekalongan)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Insya Allah apa yang sudah anda upayakan sudah benar. Kesalahan fatal yang telah anda lakukan dengan memasang susuk memang insya Allah hanya bisa terhapus dosanya dengan cara bertaubat ( dengan menyesalinya, berjanji untuk tidak mengulang kembali dan banyak ber-istighfar untuk memohon ampun kepada Allah ), dan satu lagi, mestinya anda juga harus segera mengeluarkan susuk tersebut dan memusnahkannya

Tetapi oleh karena - sebagaimana yang anda ceritakan - untuk mengeluarkan susuk tersebut membutuhkan biaya yang besar, sementara anda belum mempunyai dana tersebut, maka anda seyogyanya bertekat kuat untuk berusaha menghimpun dana, dan jika nanti Allah berkenan untuk memudahkan anda utuk mendapatkan dana tersebut, maka harus bersegera lakukan pengeluaran susuk tersebut

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA