Bermesraan Di Bulan Ramadhan

Puasa, 30 September 2008

Pertanyaan:

Assalammualaikum wr.wb.

Ustadz yang saya hormati. Saya adalah seorang pemuda yang baru saja menikah. Saya ingin menanyakan mengenai hukum dari bermesra-mesraan dengan istri di siang hari di bulan ramadhan. Begini ustadz, saya merasa telah menodai kesucian di bulan ramadhan dengan bermesra-mesraan dengan istri, meskipun kami tidak sampai melakukan jimak akan tetapi kami telah (maaf) saling memegang kemaluan masing-masing, meskipun kami melakukannya tidak sampai mengeluarkan air mani. Hal ini membuat kami berdua merasa sangat bersalah dan sangat malu. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan hal ini:
1. Apakah puasa kami batal, meskipun kami tidak sampai mengeluarkan air mani?
2. Apakah kami harus membayar denda (kaffarah) karena perbuatan kami ini. Perlu ustadz ketahui, kami tidak sampai melakukan persentuhan kelamin apalagi sampai melakukan hubungan suami istri.

Mohon penjelasan dari ustadz, saya mohon maaf apabila bahasa saya kurang sopan. Saya bingung harus mengungkapkan seperti apa, ini akibat keterbatasan pengetahuan saya.
Terima kasih. Wassallammualaikum.


-- Sukandar Sutisna (Sukabumi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

Seyogyanya apa yang telah kalian lakukan di siang hari bulan ramadhan tersebut tidak diulang kembali, karena meskipun apa yang telah kalian lakukan tersebut  tidak haram hukumnya, tetapi sangat berpotensi untuk menyebabkan terjadinya perbuatan yang haram dan membatalkan puasa (yaitu ketika perbuatan kalian akan menyebabkan keluarnya sperma atau akan berlanjut pada hubungan suami istri).

Dan insya Allah puasa kalian tetap sah dan tentunya tidak harus membayar kafarah.

Semoga Allah berkenan untuk membimbing kita semua kejalan yang diridhoi-Nya.

Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA