Melaksanakan Nazar

Aqidah, 14 Mei 2014

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz. ana ingin bertnya apa boleh atau apa hukumnya ana mengantar saudara ana dalam menunaikan nazarnya, namun nazar tersebut tidak sesuai syariat yaitu berziarah ketempat yg disucikan masyarakat kalimantan khususnya banjarmasin, mungkin ustadz pernah mendengar nama tempat tersebut (pelampaian). ana sudah menjelaskan bahwa hal itu terlarang namun suami dari saudara ana tersebut mengatakan bahwa ana berbeda "keyakinan", dia tetap ngotot menunaikan nazar tersebut, dengan alasan dia takut terjadi sesuatu pada anak dan istrinya. karena dia bernazar apabila anak dan istrinya lahir selamat dan tanpa hambatan akan pergi kepelampaian. Ana cuma khawatir dengan bayinya yang masih sangat kcil yang akan dibawa kesana, untuk itu ana berniat ikut semata-mata untuk menjaga keponakan ana tersebut. Mohon sekali penjelasan dari ustadz, karena ana takut terjerumus dalam syirik. Semoga Allah ta 'ala membalas kebaikan ustadz di akherat kelak, allahumma amin..jazakallah khoiron.

-- Ummu Ahmad (Balikpapan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Bernadzar dalam Islam tidak disunnahkan, bahkan para ulama' menyebutkan bahwa hukum bernadzar itu adalah makruh, karena orang yang bernadzar itu sama dengan orang bakhil dalam melaksanakan ketaatan, seakan-akan ia baru akan melaksanakan ketaatan kalau keinginannya terpenuhi, Tetapi kalau seseorang telah bernadzar, maka yang dinadzarkan tersebut menjadi wajib baginya, oleh karenanya kalau dia tidak melaksanakan nadzarnya (apabila keinginannya telah terpenuhi) maka ia wajib untuk membayar kaffaroh/denda
Dan bernadzar itu hanya diperbolehkan dalam ketaatan saja, Diebutkan dalam sebuah riwayat hadist yang artinya " Barang siapa yang bernadzar untuk mentaati Allah, maka hendaknya ia mentaatinya (melaksankan nadzarnya), dan barang siapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada ALlah, maka hendaknya ia tidak memaksiati-NYa" (tidak melaksanakan nadzarnya) 

Dan oleh karena nadzar saudara anda tersebut dalam kemaksiatan, maka ia tidak boleh melaksanakan nadzarnya, yang karenanya anda wajib untuk mencegahnya dalam melaksakan nadzarnya dengan cara yang bijaksana, dan bukan dengan mengantarkan ia untuk melaksanakan nadzarnya tersebut

Kalau diperlukan, anda bisa meminta tolong kepada tokoh agama atau seorang ustadz (yang dihormati oleh saudara anda tersebut) untuk membantu anda menjelaskan kepada saudara anda tersebut akan kesalahan nadzarnya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-NYa

Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA