Tanya Kembali Aqiqoh Dan Qurban

Aqidah, 14 Februari 2015

Pertanyaan:

Assalamu'alaykum.
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas jawaban dari pertanyaan saya tentang aqiqoh dan qurban yg sudah dimuat dihalaman website
Namun dari keluarga masih ada yg ingin diperjelas sebagai bentuk kehati-hatian. Yaitu seperti ini ustadz, bagaimana kalau ayah saya dulu pernah berucap "saya pengen aqiqoh (atas dirinya)". Apakah setelah meninggalnya beliau itu termasuk amanah bagi yg masih hidup untuk melaksanakan aqiqoh untuk ayah saya?
Mohon penjelasannya lagi ustadz, agar lebih tenang.
Lewat email ini saja jawabannya ustadz, tidak apa-apa. Soalnya ini cuma tambahan pertanyaan sebelumnya yg dulu. Saya juga baru tahu ayah saya bernah berucap begitu katanya, setelah saya sampaikan jawaban dari ustadz yg dulu ke keluarga.

Terimakasih banyak ustadz, semoga diberi keberkahan dari setiap ilmu yg bermanfaat.aamiin

Wassalamu'alaykum.

-- Ebit Nur Alfian (Nganjuk)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Ucapan almarhum Ayah " saya pengen aqiqoh ", itu bukan nadzar tetapi sekedar keinginan yang karenanya hukumnya tidak wajib dan bukan bermakna wasiat dan juga bukan amanah

Oleh karenanya, tidak ada kewajiban bagi yang masih hidup (ahli warisnya ) untuk melaksanakan niat almarhum

Dan oleh karena aqiqoh atas nama diri senidiri itu tidak sunnah ( belum ada contoh dari para pendahulu yang sholih ), Maka apabila ahli waris ada yang mempunyai dana lebih, lebih baik dan akan bernilai sunnah, kalau dana tersebut diinfakkan atas nama almarhum dari pada untuk aqiqoh atas nama almarhum

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA