Puasa Di Bulan Muharram

Puasa, 20 Februari 2008

Pertanyaan:

Saya pernah mendengar bahwa kita disunnahkan berpuasa pada tanggal 10 muharram. Kemudian ada yang bilang kita juga disunnahkan berpuasa tanggal sembilannya. Apakah betul pada kedua tanggal tersbut kita disunnahkan berpuasa? Kalau saya harus memilih, mana yang lebih utama? Ada juga yang bilang dikeseluruhan bulan muharram kita disunnahkan untuk berpuasa. Jika betul, bagaimana caranya? Apakah berpuasa setiap hari, selang seling, setiap senin dan kamis atau terserah hari apa saja? Mohon penjelasan ustadz. Terima kasih.

-- Ali Ramadhan (Surabaya)

Jawaban:

Diantara hadits yang menerangkan disunnahkannya puasa tanggal 10 Muharram - atau yang biasa disebut hari Asyura - ialah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut: "Puasa hari Arofah dapat menghapuskan dosa dua tahun, tahun yang telah lewat dan tahun yang akan datang, dan puasa hari Asyura dapatkan menghapuskan dosa satu tahun yang telah lewat."
Bahkan kalau kita telaah hadits-hadts mengenai puasa Asyura tersebut, maka kita akan mendapatkan penjelasan bahwa Rasulullah saw telah mengerjakannya sebelum beliau berhijrah ke Madinah hingga beliau wafat.
Adapun hadits yang menjelaskan bahwa kita juga disunnahkan berpuasa tanggal 9 Muharram – atau hari Tasu'a – ialah hadits Ibnu Abbas ketika beliau berkata (setelah Rasulullah hijrah): ”Tatkala Rasulullah saw menjalankan puasa hari Asyura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk mengerjakannya, maka para sahabat berkata, ’Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi.’ Rasulullah saw menjawab, ’Kalau begitu, insya Allah tahun depan kita berpuasa juga pada hari kesembilan.” (HR. Muslim dan Abu Dawud). Ibnu Abbas berkata, ”Maka belum datang tahun berikutnya, Rasulullah saw sudah meninggal.”
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa puasa yang paling utama di bulan Muharram – sebagaimana dijelaskan oleh para ulama mujtahidin - adalah tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan Asyura). Dan apabila hanya ingin berpuasa satu hari saja, maka hendaknya berpuasa pada tanggal 10 dan bukan tanggal 9.
Dan tidak ada satu hadits pun yang secara pasti dan eksplisit menjelaskan tentang sunnahnya puasa satu bulan penuh di bulan Muharram, tetapi ada hadits yang secara umum menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Muharram, yaitu sabda Rasuilullah saw: ”Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu ialah shalat malam.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya)  
Hadits ini hanya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Muharram dan bukan  tentang disunnahkannya puasa satu bulan penuh di bulan Muharram, karena kalau dipahami demikian justru akan bertentangan dengan penjelasan Aisyah ra berikut: ”Rasulullah saw tidak pernah berpuasa satu bulan penuh semenjak sampai di Madinah (hijrah) kecuali bulan Ramadhan.” (HR. Muslim dan Nasai)


-- Agung Cahyadi, MA