Menyembelih Unggas

Lain-lain, 26 Agustus 2016

Pertanyaan:

assalamu'alaikum. ustadz, bagaimana hukumnya bila menyembelih ayam,ada yg tidak terputus dalam sekali gerakan, kemudian diputuskan untuk mempercepat kematian ? maklum karena belajar dan ini baru pertama kali melakukan. terimakasih ustadz..

-- Teten (Sukabumi)

Jawaban:

Wswrwb.
Saudara Teten yang dirahmati ALLAH SWT

Hewan yang disembelih sebaiknya dengan cepat untuk meringankan apa yang dialami hewan kurban.Bukan harus sekali gerakan


Pastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher (kanan-kiri) telah pasti terpotong.
Syekh Abdul Aziz bin Baz menyebutkan bahwa penyembelihan yang sesuai syariat itu ada tiga keadaan (dinukil dari Salatul Idain karya Syekh Sa’id Al-Qohthoni):

Terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher. Ini adalah keadaan yang terbaik. Jika terputus empat hal ini maka sembelihannya halal menurut semua ulama.
Terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan salah satu urat leher. Sembelihannya benar, halal, dan boleh dimakan, meskipun keadaan ini derajatnya di bawah kondisi yang pertama.
Terputusnya tenggorokan dan kerongkongan saja, tanpa dua urat leher. Status sembelihannya sah dan halal, menurut sebagian ulama, dan merupakan pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini.

Adapun hewan yang putus kepalanya ketika disembelih hukumnya halal.
Imam Al-Mawardi –salah satu ulama Madzhab Syafi’i– mengatakan, “Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau ditanya tentang menyembelih burung sampai putus lehernya? Sahabat Imran menjawab, ‘boleh dimakan.”
Imam Syafi’i mengatakan,

فإذا ذبحها فقطع رأسها فهي ذكية

“Jika ada orang menyembelih, kemudian memutus kepalanya maka statusnya sembelihannya yang sah”

WaLLAHU a'lam

-- Selamet Junaidi