Pernikahan

Fiqih Muamalah, 27 Mei 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum watahmatullahi wabarakatuh

saya ingin bertanya mengenai perihal dalam hubungan rumah tangga ,hubungan kami saat ini baru mencapai 1 tahun lebih ,namun stelah kami memiliki anak ,suami hampir tidak pernah meminta atau mengajak untuk melakukan pemenuhan hak batin saya ,malah sebalikny ,saya sudah minta penjelasan ,namun jawaban ny setiap saat karena selalu kepikiran masalah hidup yang belum selesai atau dengan alasan lelah karena pekerjaan ,terkadang hingga saat ini saya merasa agak kecewa ,apakah saya salah ? dan bagaimana untuk solusi nya ,terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



-- Azka (Jakarta Pusat)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa menghadirkan fihak ketiga yang mempunya kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, apalagi permasalah anda tersebut bagian yang sangat mendasar dalam rumah tangga yaitu masalah hak dan kewajiban, untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, kalau diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik.

 

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshaswaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA