Keliru Taklik

Fiqih Muamalah, 29 Mei 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustaz... 

Saya ada satu persoalan ustaz. Mungkin agak pelik tapi saya minta ustaz memberi kekusutan saya ini. Situasinya begini ustaz, suatu malam anak saya mengajak saya bermain bersamanya dan berkali-kali memberitahu cara-cara bermain dengan betul kepada saya. Saya pun secara spontan menjawab... “OK... OK...” memberi respon kepada anak yang saya paham akan cara permainannya.

Kemudian, dalam masa yang sama ketika saya berkata/ lafazkan...OK... OK...” tersebut tiba-tiba DALAM HATI saya ada satu kata-kata seperti... ‘Jadikan kata-kata OK... OK...” ini sebagai wakil atau ganti kepada taklik iaitu ini adalah kali terakhir aku bermain dengan anak aku untuk malam ini, kalau tidak jatuh talak terhadap  isteriku...’<--(ini dalam hati yer ustaz)

Malangnya pada malam tersebut itu bukan yang terakhir saya bermain dgn anak saya. Saya masih bermain dengan anak saya selang beberapa minit selepas itu.

Saya tidak pasti/ keliru samada saya memang berniat dalam hati atau ianya sekadar lintasan hati sahaja untuk wakilkan perkataan “OK... OK...”  kepada kata-kata taklik dalam hati saya tersebut. Saya mengerti, jika sekadar lintasan hati, tidak jatuh talak kan ustaz? Macam mana kalau kita memang ada niat ustaz? Masalah sekarang saya keliru samada saya berniat atau tidak, perkara ini berlaku sangat pantas. (kesimpulan nya; taklik dalam hati dan wakilkan taklik tersebut dengan kata-kata OK... OK...” yang niat asal hanyalah memberi tindakbalas kepada si anak)

Soalan saya ustaz,

1.)    Adakah telah jatuh talak terhadap isteri saya dengan situasi di atas?

2.)    Adakah taklik tersebut sah ustaz? Adakah kata-kata “OK... OK...” boleh dikira sebagai ganti lafaz terhadap taklik yang dibuat dalam hati walaupun situasinya tidak kene mengena atau tidak berkaitan?

3.)    Adakah taklik yang dibuat dalam hati boleh diwakilkan dengan kata-kata “OK... OK...”? Sedangkan kata-kata saya OK... OK...” tersebut adalah respon saya kepada anak saya yang saya ini mengerti cara permainannya.

Bantu saya pak ustaz, mungkin bagi sesetengah orang nampak remeh masalah ini, tetapi tidak bagi saya, saya jadi murung, saya kurang bagi perhatian kepada anak-anak saya. Saya sedih mengenangkan nasib saya ini...bantu saya ustaz. Terima kasih.

 



-- Shah (Malaysia)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak itu baru akan jatuh, kalau kata kata yang ducapkan seorang suami itu ditujukan kepada istrinya yang sah
Dan oleh karena kata "Oke oke" yang anda ucapkan itu anda tujukan kepada anak anda dan bukan kepada istri anda, sebagai respon anda atas ajakan anak untuk bermain, maka hal tersebut tidak menjatuhkan hukum talak

Berikutnya, lintasan hati itu juga tidak menimbulkan hukum, yang karennya anda dan istri, sekarang masih berstatus sebagai suami dfan istri yang sah

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA