Koperasi

Lain-lain, 19 Februari 2021

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ust klu koperasi simpan pinjam itu haram krn ada usur magrib baik alasannya admint,infak dll lalu bagaimana solusinya untuk membentuk koperasi yg syariah tidak mngandung riba karena koperasi jg ada operasional ,beli atk ,bikin laporan,pengadaan buku anggota dll bgaimana solusinya mhon penjelasan 



-- Ummi (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Dalam kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan yang berkaitan dengan orang lain. Kegiatan itu ada yang bertujuan mencari keuntungan, seperti jual beli barang dan jasa. Dan ada kegiatan yang bertujuan sosial, tidak mencari keuntungan, seperti pinjam meminjam uang atau barang kebutuhan sehari-hari, bersedekah dan lain-lain. Karena sifatnya sosial maka tidak boleh mangampil keuntungan dari orang yang meminjam. Kalau mau mengambil untung jangan berkegiatan di bidang sosial, berkegiatanlah pada bidang bisnis.

Lalu bagaimana jika ada orang-orang yang bersepakat untuk mengumpulkan uang, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu orang yang membutuhkan uang untuk dipinjamkan kepada mereka. Tapi pada sisi yang lain, mereka tidak bisa menangani sendiri. Karena itu mereka mengangkat seorang pegawai untuk mengelola uang mereka dan menggajinya. Dan mereka juga harus membeli barang-barang yang dibutuhkan dalam pengelolaan uang tersebut. Itulah hakekatnya koperasi simpan pinjam.

Yang menjadi pertanyaan adalah, darimana uang untuk menggaji karyawan dan biaya lainnya agar kegiatan itu tidak terjebak riba?

Berikut beberapa saran solusi yang bisa dilakukan:

  1. Diambilkan dari infak anggota koperasi.
  2. Koperasi itu mengumpukan donasi atau infak yang diperuntukkan khusus untuk membiayai kegiatan simpan pinjam. Koperasi membuka pintu kebajikan untuk orang lain atau orang yang meminjam uang saat mereka mengembalikan uang pinjaman atas kerelaaan mereka. Tanpa syarat dan tanpa paksaan. Peminjam uang boleh menambah sendiri uang pinjaman secara suka rela. Hal ini seperti yang dilakukan Rasulullah saw.

Dari Jabir RA. ia menuturkan, “aku mendatangi Nabi SAW, sementara beliau mempunyai suatu hutang kepadaku, lalu beliau melunasinya dan menambahinya”. (Muttafaq ‘Alaih)

Itulah beberapa saran yang bisa disampaikan semoga bisa menjadi solusi. Hindari keinginan mendapatkan keuntungan atau keinginan menghindari risiko kerugian pada aktifitas sosial dengan cara yang tidak benar. Jika ingin untung, berbisnislah. Wallahu a’lam bishowab.(as)



-- Amin Syukroni, Lc