Hukum Tidak Tahu Bhs Arab

Lain-lain, 16 April 2021

Pertanyaan:

Assalamu alaikum ustad saya mau tanya bagaimana hukumnya orang islam jika tidak tahu bahasa arab, maksud saya jika ada seorang hamba, di saat menyembah alloh (sholat) tapi hamba tersebut di saat menyembah alloh / sholat dia tidak tahu arti dari apa yang  di baca, cuma yang dia tahu sebelum melakukan ritual menyembah  alloh / sholat dia berkeyakinan bahwa ritual tersebut, adalah sarana untuk menyembah alloh, walaupun dia tidak tahu artinya yg dibaca itu apa, pertanyaan saya adalah : 1. apakah alloh akan menganggap hamba tersebut sedang melakukan penyembahan terhadap dirinya,  walaupun hamba tersebut tidak tahu arti dari maksud bacaan tersebut 2. apakah ritual lain dalam islam yang menggunakan bahasa arab. seperti membaca al quran, berdzikir, bersholawat, mandi besar, berwudu, dll juga akan di anggap mengabdi kepada alloh. oleh alloh. walaupun tidak tahu apa yang di baca artinya, karena menurut pendapat saya mayoritas kebanyakan orang , tidak paham bahasa arab walaupun agama mereka islam dan sembah (sholat) mereka kepada alloh, pakai bhs arab 



-- Ali Mukti (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Allah maha tahu apa yang dilakukan hambaNya dan dan maha mengetahui apa yang ada dalam hatinya. Allah hanya melihat apa yang dilakukan hambaNya dan hanya melihat hati dan niat hambaNya. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Memahami arti bahasa arab yang merupakan bahasa yang dipakai dalam bacaan ibadah bukan menjadi syarat maupun rukun sahnya ibadah, sehingga ibadah yang dilakukan akan diterima oleh Allah meskipun orang yang melakukannya tidak mengerti yang dia baca atau ucapkan.

Akan tetapi memahami arti bacaan ibadah lebih baik daripada tidak memahaminya. Mengerti arti bacaan ibadah sangat membantu khusuknya ibadah.

Ibadah yang diucapkan dengan memahami artinya tentu membuat pelakukanya lebih menyatu dengan ibadah yang dilakukannya, tapi sekali lagi dia bukan syarat maupun sahnya ibadah dan dzikir. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc