Suami Acuh

Lain-lain, 16 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum,,,

Usia pernikahan sy 5th,,,dan punya 2 putri yg cantik,,,,,suami sy bekerja di sebuah restoran Jepang tapi setiap hari tidak pernah plg ontime,,selalu ketemuan Sm sodara nya dulu,tiap dirumah cuma tiduurr sampai anak anak diabaikan,istri juga g pernah diajak ngobrol,,kalopun g Tdr dirumah cuma main game g peduli mskipun istri butuh bantuan...tapi saat sodara sodara ato ortunya minta tolong pasti bisa,,,,dlm hal keuangan suami sy sngt tertutup sy g pernah tau gajinya berapa,,,dia hobi sekali hutang cuma buat main game,,apa yg harus sy lakukan,,sy g tahan Sm sikapnya mulutnya juga sangat kasar,,,kalo sy pergi dari rumah apakah sy salah?

 

 

 

 



-- Renny (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebuah keluarga harusnya dibangun atas dasar nilai saling menanggung beban dan saling bantu satu sama lain. Untuk mencapai nilai itu perlu waktu yang cukup untuk saling mengenal satu sama lain. Dari proses saling mengenal akan menumbuhkan rasa saling memahami. Setelah saling memahami, maka akan lahir rasa kepedulian dan saling bantu membantu.

Usia pernikahan anda baru lima tahun, waktu yang masih cukup muda untuk ukuran sebuah keluarga. Anda dan suami masih membutuhan waktu untuk lebih mengenal satu sama lain. Terutama mengenal karakter masing-masing. Anda dan suami harus saling mengenal hal-hal yang menjadi kesukaan masing-masing, hal yang tidak disukai, hal yang diinginkan dari pasangannya, hal yang menjadi tanggung jawabnya di luar tanggung jawab keluargaya sendiri, seperti tanggung jawab di tempat kerja dan keluarga orang tuanya, dan lain-lainnya. Saling mengenal bukan berarti harus membuka dan menuntut untuk menyampaikan hal yang menjadi privasinya. Mungkin untuk sebagian suami, jumlah gaji termasuk privasi, sebagian suami berfikir yang penting kebutuhan keluarga tercukupi, istri tidak harus tahu berapa gaji suaminya.

Cara mudah untuk saling mengenal adalah mengadakan kegiatan bersama, seperti bepergian di hari libur, pergi tidak harus ke tempat yang jauh, ke taman kota, mengendarai motor atau mobil bersama, makan di warung bakso dan lain-lain itu sudah cukup. Tempat dan fasilitas tidak harus mahal. Yang penting menghadirkan kebersamaan dan komunikasi dua arah.

Saatnya anda dan suami melakukan evaluasi. Lima tahun membangun keluarga dengan mempunyai dua anak dan problem komunikasi, menharuskan anda melakukan evaluasi dan instrospeksi. Evaluasi dbutuhkan untuk mempertahankan yang sudah baik dan memperbaiki yang belum sesuai harapan.

Jika anda dan suami bisa melakukan evaluasi bersama sunggh itu sesuatu yang ideal, tapi jika tidak bisa maka anda bisa memulai terlebih dahulu. Beberapa pertanyaan bisa anda buat untuk mengevaluasi diri, misalnya:

Kenapa suami tidak langsung pulang ke rumah usai pulang kerja, tapi mampir dulu ke saudara-saudaranya dulu? Kenapa rumah tidakmenjadi surga baginya? Apa yang tidak ada di rumah yang membuatnya betah di rumah? Kenapa dia lebih asyik main game daripada bermain bersama anak dan istrinya? Apakah suasana di rumah cukup membuat suami anda betah di rumah?

Hal lain yang bisa anda lakukan adalah bermusyawarah, musyawarah akan menyelesaikan banyak masalah. Musyawarah adalah solusi pemecahan masalah yang disyariatkan. Musyawarah itu berbeda dengan hanya sekedar mengajak suami anda bicara. Musyawarah adalah membicarakan suatu masalah bersama yang disepakati atau membicarakan tema yang sama-sama dianggap penting, sehingga keduanya manyadari bahwa masalah itu adalah masalah bersama, bukan masalah salah satu, sehingga tidak ada yang merasa terintimadasi ketika suatu masalah itu disampaikan yang berakibat timbulnya amarah.

Demikian yang bisa disampaikan dan semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc