Perlakuan Suami

Pernikahan & Keluarga, 19 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb

Sya berumah tangga hampir 2 thun,  selama itu kami hidup terpisah saya dan anak sya, sedangkan suami sya tinggal di kampung halamannya di karenakan kami berdua sama2 bekerja. Kami bertemu sekitar 2 minggu sekali. Saya selalu menjaga komunikasi dengan suami, dan tidak ada yg kami tutupi, suatu ketika sya menelpon suami sya, dia bilng kalau tak sengaja tertidur di kontrakan bosnya, dan itu perempuan, sontak saya merasa kesal. Tp dia malah balik memarahi sya karena menurutnya itu hal yg wajar dan biasa saja, berdalih kalo bosnya di dalam dan suami sya tertidur di luar, sebelumnya kami juga berdebat kalau dia sering beboncengan, berbuka puasa dikontrakan bosnya meskipun dengan beberap temen yg lain. Bagaimana menurut pandngan islam, apa yg harus sya lakukan? Trimkasih



-- Bella (Mataram)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian.

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum Islam dan hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi sekaligus menasehati kalian berdua dan lebih khusus kepada suami yang selama ini kurang faham hukum haramnya seorang laki2 beriteraksi diluar batas batas syari dengan wanita yang bukan mahramnya, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda secara khusus untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA