SHU Koperasi

Lain-lain, 19 April 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Ustad, bagaimana hukum uang SHU Koperasi yang di dalamnya ada simpan pinjam dan usaha lain. 

Jika uang shu haram, harus diapakan uang ini, apakah boleh disedekahkan ke masjid atau fakir miskin?

Yang kedua, suami saya melarang jika saya ingin mengeluarkan uang SHU ini, karena jumlahnya memang lumayan besar. Apa yang harus saya lakukan ustad? Mohon sarannya.

Jazakallahu khair

 

 



-- Fitri (Surabaya)

Jawaban:

Wa alakukm salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sisa hasil usaha yang di dalamnya ada unsur riba maka haram hukumnya haram. Rasulullah bersabda:


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا سِمَاكٌ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُؤْكِلَهُ وَشَاهِدَهُ وَكَاتِبَهُ

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Simak, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, dari ayahnya, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang makan riba, orang yang memberi makan riba, saksinya dan penulisnya. (HR. Abu Dawud).

Tekait penyaluran uang haram. Para ulama memberikan solusi yaitu menyalurkannya untuk fasilitas umum, yang bukan konsumsi, seperti  untuk pembuatan jembatan, wc umum dan lain-lainnya.

Uang yang haram tentu tidak boleh diberikan kepada orang fakir dan miskin dan tempat ibadah, seperti masjid dan mushalla. Rumah Allah harus didanai dan dibangun dari harta yang halal.

Adapun sikap suami anda yang melarang anda mengeluarkan SHU,jika maksudnya adalah untuk menambah modal koperasi,maka hal itu sama dengan menambah modal koperasi dengan modal yang haram juga. Maka sebaiknya segala usaha yang di dalamnya ada unsur riba harus dijauhi. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc